Sabtu, 25 Februari 2012

My Collections





Be a Good Muslimah ^_^




Ketika Ku Dewasa


Dikala ku akan menjalani kedewasaan yang baru.. banyak hal yang sering aku temui, membuatku terasa hampa, gelisah, bingung, ceria, sedih, dan apa yang baru aku rasakan.. Apakah aku sudah dewasa? Rasanya belum.. Kumasih tetap seperti yang dulu, menikmati masa kecilku..

Di sisi lain, kumengharapkan sesosok orang yang selalu memotivasikan aku dikala aku jatuh atau sedih, bukan hanya dikala aku senang. Membawaku mengingat kebesaran Allah, selalu membantu mengingatNya dalam keadaan apapun..

Ya Rabb.. Sabarkanlah hamba dalam  menjalaninya.. Engaku pasti memberikan dia yang terbaik bagiku, siapapun dia.. untuk mengejar cintaMu dan cinta Rasulullah.. Aku akan menjaganya dan menjadi bidadari untuknya.. sejati di dunia dan di akhirat..

Orang tuaku sudah membesarkan aku sampai seperti ini.. mendidikku secara sempurna, sampai aku mengetahui mana yang haq dengan yang bathil.. Jasanya sangat besar.. Aku ingin membahagiakannya, dan memilih pendamping hidup yang di restui olehnya...
Sampai aku bisa memeluk erat-erat padamu wahai ibu.. tak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku, karena Allah... Akan kubuktikan, aku akan menjadi wanita yang engkau mau bu.. Doa anak-anak yang shalihah, mendoakan orang tuanya..
Bu, apakah aku sudah dewasa? Aku akan hidup sendiri dimasa depan dengan orang yang telah Allah pilihkan untukku? Rasanya aku belum sanggup.. Aku masih ingin hidup denganmu selalu..

Doakan ya bu, semoga aku bisa menjadi Psikolog, untuk semua ummat yang membutuhkan bimbingan dan mengantarkan kepada jalanNya sehingga aku dapat berdakwah sedikit demi sedikit. Dan berniat karena Allah.. sesungguhnya hanya Allah-lah yang bisa memberikan hidayah kepada hambaNya.. 


Siapapun yang ada disana.............. :)

Rabu, 22 Februari 2012

Super Camp TSC at Kuningan


Aku, Isna, Latifah, Fuza, dan Reza. Perwakilan dari SMA Al-Muttaqin. Kami berlima ditunjuk mengikuti acara Super Camp yang di selenggarakan oleh Telkomsel.
Ketika hari pemberakatannya, kita harus ke Grapari Telkomsel untuk pengabsenan. Waktu itu 1 bus mungkin 30 orang lebih dari SMA-SMA se-Tasikmalaya. Dijalan, kita bernyanyi bersama.
Tiba disana, kami berlima terpisah. Tetapi kita tidak sedih.  Kita berkenalan dengan teman-teman baru yang dari Bandung, Cirebon, dan Tasik juga ada. Syukurku aku memiliki teman2 yang sangat baik. Dimana kita saling bekerja sama, solid, rendah hati, dan saling menyayangi.
Malam pun datang, ketika seminar kita selalu bersama. Dan yang paling mengejutkan, kami disuruh untuk mematahkan sebuah pencil yang lebih besar dari pencil Faber Castell, kalau yang lain lebih mudah mematahkannya. Kata trainernya ‘yakinkan! Anggap itu sebuah pencil kecil, yakin! Sugesti kalian harus yakin!’. Aku gagal 2 kali pada saat itu. Temanku lalu men-supportkan aku. Aku berpikiran yakin, dan tak takut sakit. Dan akhirnya, ketiga kalinya Alhamdulillah aku berhasil mematahkan sebuah pencil itu. Memang, sugesti positif itu benar2 nyata! Allahu Akbar!
selanjutnya, dini hari kita bermain Firewalk. Mendengarnya aku takut, apalagi merasakannya. Hihihi. Tapi aku ingat apa yang disampaikan oleh ka Ridwan. Bahwa kita harus yakin dan yakin. Giliranku, badanku bergetar. Tapi aku coba untuk tenang. Perlahan aku berjalan di atas api dan arang itu, aku tidak merasakan sakit sedikit pun. Padahal apinya sedang berkobar. Sungguh dahsyat Allah menciptakan rasa keyakinan kita selaku hamba-Nya.

Besoknya kita mengikuti outbond. Aku dan teman-teman baruku pertama kalinya pada sesi babak kesatu. Kami berperang dengan group 11. Kami mengenakan baju tentara untuk bermain Paint Ball. Baru nyoba aja aku takut, apalagi perang beneran. Aku ingat lagi support dari trainer itu. Berperang dimulai, dengan Pede nya terus berjalan. Padahal kalau aku ga terus maju, mungkin udah tertembak oleh serangan lawan. Salah satu tim kita ada yang tertembak. Tapi kita ga gampang nyerah walaupun Cuma 2 orang laki-laki dalam tim kami itu tidak menjadi hambatan. Semuanya bertindak dengan hati-hati. Dan akhirnya kita memenangkan nilai 90 dari juri. Alhamdulillah kami menang dalam perang Paint Ball.
Nah, kalo kejadian yang satu ini membuatku tergugah rasa kekhawatiran. Kami berlomba untuk berluncur ke bawah dan tangkap oleh 9 orang. Kebetulan aku yang menjadi peluncurnya (alasannya karena aku berbadan kecil hehe) Jaraknya jauh. Aku tiba-tiba nervous dan phobiaku kambuh lagi. Aku berusaha untuk tenang. Kata teman-teman jangan panik. Dimulailah peluncuran itu. Sehingga aku ingin jatuh pasrah agar aku tidak jatuh. Ini memang sangat berbahaya jika tidak sunguh-sungguh. Dimulai untuk berluncur. Serasa ingin pingsan. Ketika aku sudah ada dipangkuannya teman-teman, aku langsung menangis dan wajahku pucat. Tapi Alhamdulillah aku selamat. Dan teman-teman lalu memujiku. ‘kamu jatuhnya terarah dan indah, keren pokoknya.’ Aku sih ga sadar bahwa bagus atau engga. Tak lupa juga aku bersyukur. Aku malu banget, aku sempat di photo ketika terjun ke bawah.. memalukan -,- hehe. Kami dapat nilai 80. Sebelum aku berluncur, aku merasakan sangat damai ketika di support oleh teman-teman. Aku sedikit tidak merasakan takut, karena aku percaya bahwa mereka bisa menangkapku. Subhanallah, aku dapat pujian yang bagus. Aku tak ingin phobia lagi. Tetap berusaha! Karena mereka juga sumber motivasiku. 





Aku sangat senang banyak kawan.. Hingga aku berkenalan dengan kakak-kakak Advance dari Ciremai :D rameeeeeeeeeeee bgt :’)
Jadi kangen nih sama mereka.. cepet banget ya kita harus berpisah L asalkan hati kita tetap nyatu yaa kawan :’) semoga kita dapat bertemu dilain kali ya J
Berphoto ria bareng-bareng.. kenalan dengan adik kelas bahkan sama pematerinya pun aku kenalan :D
Dan ketika pulang, kami sempat berphoto-photo untuk jadi kenang-kenangan. Dan saling tukeran No. Hp hehe.. pokoknya seperti keluarga sendiri deh, ga mau pisah lagi L

Sabtu, 11 Februari 2012

Jumat, 10 Februari 2012

Tersenyumlah untuk Bahagia


Ya Allah, apa daya hidupku ini. Ujian dari-Mu membuatku semakin kuat untuk menahan segala kesakitan yang aku hadapi. Namun, aku tak bisa mengendalikan pikiranku hanya untuk belajar. Kadang aku selalu di remedi terus gara-gara tidak bisa mengendalikan kesedihan yang aku alami selama ini. Ya Allah, aku ingin belajar bersungguh-sungguh. Tanpa pertolongan-Mu aku tak bisa mnyelesaikan ini semua. Tanpa petunjuk-Mu aku buta. Maka tenangkanlah hati ini yang mulai rapuh Ya Rabb.. ikhlaskan segala apa yang terjadi, istiqomahkanlah apa yang aku pertahankan sekarang. Aku tak mau mengejar dunia dan melupakan akhirat. Tetapi inilah aku, manusia yang lemah. Yang hanya bisa menangis dan menerima ujian ini dari-Mu. Kuatkanlah aku disetiap apapun ujian-Mu.


Aku syukuri ujian ini. Sehingga kutak bisa menjauh dari-Mu. Menjalani haidup ini dengan lapang dada. Meskipun sangat menyakitkan, semoga ini menjadi penawar dosa untukku. Sangat lah banyak, tak terhitung dosa apa yang aku lakukan selama ini di bumi-Mu Ya Rabb.. berilah hidayah-Mu padaku. Hanya Engkau yang bisa mengerti aku. Hidupku ini jika Kau izinkan aku menangis setiap detik, aku akan tenang secara perlahan. Dengan sosok yang mungkin dikategorikan cengeng, tapi aku bangga bisa mengeluarkan air mata. Menangis di hadapan-Mu, merenungi disetiap langkahku, dan itu akan kujalani walaupun tidak sependapat orang lain. Aku akan menjadi diriku sendiri. Langkah ini, aku aku ingin terus menjalaninya dengan penuh tawadhu’. Ya Allah, kuatkanlah aku untuk menyusuri jalan luka yang terjadi padaku. Buat aku tersenyum melihat kejadian yang menimpaku.. dan Engkau sebenar-benarnya penenang hatiku.   

Selasa, 07 Februari 2012


Ketika terhanyut dalam angan-ku ...
Kuberharap ini kan bersemi selalu ...
Demi mengharap cinta Dzat Yang Maha Tahu ...
Kuberharap Hatiku kan secerah Mentari ...

Memandang langit nan indah ...
Menikmati ciptaan Sang Maha Pemurah ...
Ucapan syukur menghias lidah ...
Berharap kan bisa selalu terarah ...

Terik mentari di pagi hari ...
Menghibur jiwa yang sunyi ...
Cahayanya semerbak menyinari hati ...
Berusaha temukan cinta sejati ...
Membangunkan jiwa-jiwa yang sepi ...

Aku butuh pagi setelah malam ..
Aku butuh tempat untuk ku diami ..
Aku butuh tersenyum setelah bersedih ..
Aku butuh hati untuk di sayangi ...
Aku-pun butuh dia jadi pelengkap hidupku ..
Tuk Mengapai Ridho Illahi Robbi ...
Siapapun dia yang telah tertulis di Lauh Mahfudz ...

Senin, 06 Februari 2012

Melamun? Ga tuh...

Ya Allah.. kenapa semua orang menganggapku pendiam atau sering melamun.. Padahal diriku yang selalu ceria ini dapat mengobati rasa sakit apa yang aku rasakan.. kenapa juga aku sering di sebut si Pengkhayal? Sebetulnya apa sih yang mereka fikirkan?
Aku tidak sedang melamun, aku tidak sedang mengkhayal, aku tidak sedang memikirkan apa-apa kecuali memikirkan seperti apa aku NANTI? Melihat lingkungan yang menjadi tantangan membuat hidupku membuncang. Setiap apa yang ada di depanku, aku selalu memikirkannya, menghayatinya, dan betapa Allah sangat teliti atas penciptaan itu.

Bisa kah mereka tau? Aku selalu memikirkan bagaimana hidupku kelak? Akankah aku seperti mereka? Ya Rabb, lindungilah hamba dan umat Islam yang ingin dilindungi oleh-Mu.. Mungkin aku orang yang bertipe sensitive, gampang nangis kalo ada hal-hal yang masuk ke hati, tentang bagaimana Allah menciptakan ini semua.. dan ini butuh kita RENUNGKAN.
"Shof... jangan melamun saja.." ujar mereka.
padahal aku tidak sedang melamun. tapi aku sedang memikirkan apa yang ada dihatiku.. 

Hidup ini tak akan pernah jauh dalam pengawasan-Nya, dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati hamba-Nya.. Dan bisakah mereka mengetahui bahwa setiap renungan itu ada hikmahnya? Bahwa renungan itu bukan hanya penghkhayalan dan melamun semata.. Tapi karena kita sedang memikirkan apa yang telah Allah ciptakan.. Memang kita kadang tak sadar bahwa disekitar kita itu semuanya dalam penciptaan Allah semata..
Bisa kah mereka berprasangka baik? Segala apa yang kita renungkan itu membuat hati kita semakin dekat kepada Allah.. Pencipta alam semesta.. Maka ikutilah segala apa yang kita lihat, katakanlah ‘Subhanallah.... Allah menciptakan sesuatu tidak sia-sia..” Maka timbullah hati yang mengingat Tuhannya.

Bisa kah mereka mengerti? Setiap apa yang kita renungkan, pasti selalu mengeluarkan air mata. Dimanapun kita berada.. Karena menangis itu tersimpan rahasia yang sangat hebat dan Allah menciptakan airmata untuk hati yang benar-benar taubat dan segala emosi hati. Maka keluarlah air mata yang jernih. Tidak ada efek samping dan tidak membuat kita stress. Menangis bisa membuat hati kita tenang. Semakin dekat kepada Allah.