Rabu, 04 Juli 2012

Merindukan Seorang Kakak






Aku, aku yang sedang kesepian.. Tak bisa memungkiri lagi jika aku tak bisa memberatkan pikiranku. Mereka yang ada di sana, mungkin mereka sedang asyik bermain dengan orang yang dicintainya. Sedangkan aku, merindukan sesosok kakak yang bisa membawaku ke mana-mana. Tidak hanya di rumah saja.
Jujur saja aku iri dengan mereka yang sudah mempunyai kakak yang selalu mengajak jalan-jalan. Sesosok kakak yang melindungi adiknya dari godaan tertentu yang bisa menyebabkan adiknya takut. Ya, aku iri dengan mereka yang punya kakak laki-laki. Selalu di antar ke mana saja. Bermain bersama tanpa ada rasa malu..

Aku merindukan seperti itu.. Bagaimana rasanya mempunyai seorang kakak laki-laki, dan tentu aku sekarang bersyukur karena aku mempunyai kakak perempuan. Bercanda ria, saling pundungan, dan lain-lain.
Bagaimana yah, bermain dengan seorang kakak laki-laki? Pasti kita merasa ada yang melindungi, mengajak bermain dan apapun supaya kita senang. Di sini.. Aku mengetik sebuah kata-kata yang merindukan sesosok kakak. Kakakku yang sedang di Bandung, hanya bertemu sesaat. Aku berdiam diri di rumah, menghangatkan suasana meskipun tak ada orang yang ingin masuk ke kamarku. Diam tanpa kata, mengetik semua curcol-curcol yang aku rasakan di tulis di sini.

Laptop’s My Notes. Apapun yang aku rasakan, aku akan keluarkan semuanya ke dalam ketikan ini. Kesepian selalu menjadi temanku, airmata pun tak bisa aku hindarkan. Tapi kesedihanku hanya sesaat, aku tampak selalu ceria-ceria saja menjalaninya. Tapi, aku merindukan sesosok kakak laki-laki yang mau bermain denganku, bukan pacar. Aku ingin merasakan seperti apakah atau bagaimana rasanya mempunyai kakak laki-laki itu. 

Tapi, aku have fun aja. Keponakanku, temanku, kakak kelasku laki-laki sudah aku anggap sebagai abangku/kakakku sendiri. Pasti Allah memberikan sesuatu yang terbaik bagiku. :)

Selasa, 03 Juli 2012

Menuju Remaja Pertengahan Akhir



Ya Allah.. Tak terasa kusudah mulai beranjak menuju remaja pertengahan akhir. Hati ini belum bisa untuk mengemban amanah untuk menjadi pribadi yang shalihah.. Sekarang aku tak ingat bahwa ketika tahun ajaran baru, aku menjadi kakak kelas tertua yaitu kelas 12. Entah banyak dosa-dosaku yang aku buat selama ini. Aku hanya bisa memohon pada-Mu untuk selalu ketetapan iman pada diriku. Semampuku. Bagaimana kelak orang tuaku dipertanggung-jawabkan mendidik anak dengan baik atau tidak.

Aku hanya titipan dari-Mu, aku mohon... Rahmatilah keluargaku termasuk orang tuaku Ya Rabb.. Dengan kasih sayangnya mereka mendidiku sampai sekarang ini.. Aku hanya bisa berdoa pada-Mu kebaikan kepada orang tuaku. Dan aku tak tahu harus bagaimana ketika aku berada diperkuliahan nanti.
Ya, diriku bisa lebih mandiri. Namun bagaimana ketika aku menghadapi virus-virus merah jambu menemuiku? Walaupun itu memang fitrah, namun aku harus tetap menjaga kesucianku. Pasti banyak godaan dan cobaan. Tapi, aku hanya bergantung pada-Mu dan kumohon lindungilah aku dari panahan syetan Ya Rabb.. Sertakanlah aku dalam kelemah-lembutan dari rahmat-Mu. Sabar dari kasih sayang-Mu.

Orang lain mungkin menganggap diriku aneh seperti ini, tapi yaa harus bagaimana lagi memang inilah sifat dan sikapku yang tak bisa tergesa-gesa dalam berbuat sesuatu, namun aku bisa mengendalikannya sesuai kondisi. Dan satu-satunya yang paling penting adalah KETENANGAN. Itulah rasa yang paling nyaman dalam hidupku.