Apa yang terjadi pada kehidupan ini, membuatku semakin
takjub bahwa Allah Swt. memperlihatkan kuasa-Nya. Melalui kepahitan, luka masa
lalu, dan kedamaian. Semua gejolak rasa singgah di waktu usia 30 tahun ini dan
akan mengalami hal-hal yang Allah persiapkan.
Sebetulnya, menarik sekali untuk bahas tentang
psikologi manusia, bahwa potensi manusia memang besar dan beragam. Namun kita
perlu mengenalnya, adanya ilmu psikologi ini hanya gambaran dan memperkuat maksud
dari kitab Al Quran dan sunnah, bukan semata-mata ramalan yang tidak berdasar.
Boleh mempelajari tapi tidak mengimani, seperti ilmu psikologi mengenai teori behavioristik,
humanistik, dan semacamnya yang dari teori barat. Yang kita ambil adalah
hikmahnya.
Banyak hal yang aku pelajari di perantauan ini
khususnya tentang berteman atau bersosialisasi. Kita adalah makhluk sosial, tak
akan terlewat dari prasangka manusia dan perhatian manusia. Melalui diamnya
kita atau tingkah laku kita pasti bertemu hal-hal yang unik. Aku meyakini bahwa
di manapun kita berpijak, lihatlah dari muhasabah diri dahulu dan memikirkan
sebab akibat. Berpikir sebelum bertindak itu perlu, namun latihannya adalah
waktu untuk berpikir. Ada yang berpikir secara mendalam atau hanya permukaan
atau langsung action. Aku sangat menghargai orang yang langsung action
karena memang jika bertemu dengan orang tersebut kita menjadi termotivasi. Begitupun
sebaliknya, kita memiliki teman yang berpikir sebelum bertindak itu membawa
kita untuk bermuhasabah diri. Orang akan saling tarik menarik dan saling
menggantung. Memang secara mutlak kita harus menggantungkan diri dan berserah
pada Allah Swt. itu yang utama. Makanya hikmah dari sholat 5 waktu itu kita
perlu bertemu dengan-Nya, berbincang apa yang dirasakan dan harapan. Agar kita
terhindar dari dosa dan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Pada akhirnya Allah
saja yang mengatur. Kita bagian untuk berusaha.
Ketika kita sedang bersedih, bayangkan Allah sedang
mengusap air mata kita. Allah tidak akan tinggal diam dan semua waktu, ada
dalam genggaman-Nya. Yakin saja. Betapa damainya merasakan dan meyakini kehadiran-Nya,
apapun kejadian yang lalu dan sekarang, Allah sedang menguji dan mempersiapkan
kejutan yang tak pernah kita sangka sebelumnya. Dan Allah sebaik-baik pemberi
ketenangan. Tidak usah ragu dan pertolongan-Nya amat dekat jika kita terus
mengingat Allah. Peluk aku Yaa Allah.. Tenangkan aku dengan cara-Mu.. Damaikan
hatiku ketika kecemasan itu muncul Yaa Allah.. dan terima kasih atas rasa yang
Engkau beri selama ini. Kekuatan dan keberpasrahan akan Qadha dan Qadar-Mu Yaa
Allah. Bersyukur atas anugerah yang tiada habisnya kenikmatan berdua dengan-Mu,
berpikir bahwa Engkaulah sebaik-baik pemberi balasan. Dan berdoa kepada Engkau
adalah langkah terbaik sepanjang masa.
Berkali-kali aku jatuh dan sekaligus jatuh cinta lagi.
Tidak terasa aku sudah sejauh ini melangkah. Jatuh bangun yang aku rasakan,
semoga menjadi penyemangat untuk terus mencari-Mu dalam keadaan suka dan duka. Dalam
kedamaian sejati. Selalu kuyakin dan kuucap bersyukur Alhamdulillaah ‘ala
kullihaal. Jika aku salah, mohon luruskan Yaa Allah. Buat aku jatuh cinta pada-Mu
berkali-kali betapa sangat indah kebesaran-Mu.

