Rabu, 13 Mei 2026

Tunggu Sebentar Lagi...

 

Apa yang ditakdirkan untukmu, mudah-mudahan membawa keberkahan dan jalan terbaik. Menerapkan mindfulness di kehidupan kita sangat terasa ketenangannya. Ketenangan bukan hanya sunyi dalam diam, bukan hanya kita duduk di tempat tanpa usaha, bukan. Ketenangan itu sebuah proses yang sadar dan kita hadir secara utuh. Tentunya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi ya. Kita boleh berbeda, kita tidak apa-apa tak sama dalam suku, budaya, agama, bahkan kepribadian, tapi tujuan kita sama, mencari ridho suami dan ridho-Nya.

Ada yang merasa capek, healingnya itu jalan-jalan dan berkumpul, itu bagus. Ada yang merasa capek, lalu ingin produktif di rumah saja, tidak masalah. Semua yang dilakukan akan bernilai di mata Allah selagi kita berdoa, usaha, dan berserah. Yang digaris bawahi adalah, kita berani atau tidak untuk speak up atau mengeluarkan pendapat kita bahwa kita sedang terjadi masalah atau capek butuh jeda. Dan itu TIDAK APA-APA dan hal yang wajar.

Di usiaku yang sudah menginjak 31 tahun Alhamdulillah baru menyadari proses mindfulness itu. Betapa melakukan sesuatu secara sadar dan berada di fase menerima apapun yang terjadi di masa lalu dan sekarang. Khususnya dalam menjalani sebagai ibu rumah tangga. 3 kunci yang harus ibu-ibu pegang, ibu rumah tangga atau working mom yaitu “hadapi, nikmati, syukuri” apapun persoalan yang ada.

Jika kita sebagai ibu rumah tangga apalagi memiliki toddler yang masyaaAllah aktifnya, TUNGGU SEBENTAR LAGI. Segala rasa yang berkecamuk dalam dada setiap hari, oke kita atur nafas dan apapun yang terjadi, berpikirlah tidak apa-apa, Allah yang jaga. Oke sebentar lagi, Bismillah. Maka setelah itu akan ada hal-hal yang indah insyaaAllah. Tunggu sebentar lagi, sabar, jalani dan berusaha menemani sebisanya untuk suami dan anak.

Ingin jalan-jalan sendiri? Oke tunggu sebentar lagi. Ingin haha hihi dengan teman tanpa distract anak? oke sebentar lagi. Tapi, kita tak bisa menunggu sempurna atau benar-benar sendiri tanpa mendampingi anak-anak. Kita berjalan sambil dengan secara sadar, oh anakku butuh sesuatu, maka lakukan sesuatu meski kita sambil memasak, sambil nyetrika, mencari ilmu, bahkan tidur sekalipun di tengah malam kita harus bangun. Begitulah menjadi ibu. MasyaaAllah.

Semoga kita diberikan sabar seluas lautan (meski sekarang setipis tisu), kekuatan, kesehatan dalam menjalani peran mulia ini, dan pastinya semoga semua langkah kita diberkahi. Aaamiin yaa Robbal’alamiin.