Apa yang ditakdirkan untukmu, mudah-mudahan membawa
keberkahan dan jalan terbaik. Menerapkan mindfulness di kehidupan kita
sangat terasa ketenangannya. Ketenangan bukan hanya sunyi dalam diam, bukan
hanya kita duduk di tempat tanpa usaha, bukan. Ketenangan itu sebuah proses
yang sadar dan kita hadir secara utuh. Tentunya menyesuaikan dengan situasi dan
kondisi ya. Kita boleh berbeda, kita tidak apa-apa tak sama dalam suku, budaya,
agama, bahkan kepribadian, tapi tujuan kita sama, mencari ridho suami dan
ridho-Nya.
Ada yang merasa capek, healingnya itu jalan-jalan dan
berkumpul, itu bagus. Ada yang merasa capek, lalu ingin produktif di rumah
saja, tidak masalah. Semua yang dilakukan akan bernilai di mata Allah selagi
kita berdoa, usaha, dan berserah. Yang digaris bawahi adalah, kita berani atau
tidak untuk speak up atau mengeluarkan pendapat kita bahwa kita sedang
terjadi masalah atau capek butuh jeda. Dan itu TIDAK APA-APA dan hal yang wajar.
Di usiaku yang sudah menginjak 31 tahun Alhamdulillah
baru menyadari proses mindfulness itu. Betapa melakukan sesuatu secara
sadar dan berada di fase menerima apapun yang terjadi di masa lalu dan
sekarang. Khususnya dalam menjalani sebagai ibu rumah tangga. 3 kunci yang
harus ibu-ibu pegang, ibu rumah tangga atau working mom yaitu “hadapi,
nikmati, syukuri” apapun persoalan yang ada.
Jika kita sebagai ibu rumah tangga apalagi memiliki toddler
yang masyaaAllah aktifnya, TUNGGU SEBENTAR LAGI. Segala rasa yang berkecamuk
dalam dada setiap hari, oke kita atur nafas dan apapun yang terjadi, berpikirlah
tidak apa-apa, Allah yang jaga. Oke sebentar lagi, Bismillah. Maka setelah itu
akan ada hal-hal yang indah insyaaAllah. Tunggu sebentar lagi, sabar, jalani
dan berusaha menemani sebisanya untuk suami dan anak.
Ingin jalan-jalan sendiri? Oke tunggu sebentar lagi.
Ingin haha hihi dengan teman tanpa distract anak? oke sebentar lagi.
Tapi, kita tak bisa menunggu sempurna atau benar-benar sendiri tanpa
mendampingi anak-anak. Kita berjalan sambil dengan secara sadar, oh anakku
butuh sesuatu, maka lakukan sesuatu meski kita sambil memasak, sambil nyetrika,
mencari ilmu, bahkan tidur sekalipun di tengah malam kita harus bangun.
Begitulah menjadi ibu. MasyaaAllah.
Semoga kita diberikan sabar seluas lautan (meski
sekarang setipis tisu), kekuatan, kesehatan dalam menjalani peran mulia ini,
dan pastinya semoga semua langkah kita diberkahi. Aaamiin yaa Robbal’alamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar