Rabu, 27 Juni 2012

Aku dan Sepucuk Melati




Mahkota putih yang cantik..
Berjatuhan mengelilingi tanah
Harum semerbak bagaikan parfum dunia
Satu demi satu kuambil
Kuamati sepucuk melati
Oh Tuhan, sepucuk melati ini sungguh indah
Menebarkan pesona dalam dirinya
Kubersimpuh atas kebesaran-Mu ini
Bisakah aku menikmatinya, sepucuk saja...
Menari dan bermain bersamanya
Kusimpan pada telingaku
Agar kau selalu tetap denganku
Menghangatkan jiwa sepi
Aku ingin sepertimu
Yang bisa mengeluarkan kharisma indah tersendiri
Yang membuat bunga-bunga lain cemburu padamu
Memberikan kesejukkan hati
Aku dan sepucuk melati.




Shofiyatunnisa
Tasikmalaya, 27 Juni 2012

Selasa, 19 Juni 2012

Sahabat Kecilku...


Sahabat kecilku..
Masihkah kau ingat aku?
Yang dulu kita selalu bersama...
Tempat di mana kita belajar mengaji
Sambil bermain..

Saat aku belum mengenal arti persahabatan
Kau kadang menjadi musuhku
Tapi ketika bermain bersama..
Dengan teman-teman, keceriaan datang..
Sahabat kecilku..

Mungkin karena jarak yang tak mungkin bertemu lagi
Kau jauh melangkah
Apakah kita akan berjumpa kembali?
Sahabat kecilku, 

Masih ingatkah ketika waktu kecil dulu?
Bermain kejar-kejaran sampai aku terjatuh
Masihkah kau ingat sewaktu kau terjatuh di lubang-lubang kecil?
Sampai aku menertawakan dirimu..
Masa itu tak kan aku lupakan..

Bersama teman-temanku
Pada masa kecil, bahkan belum tau apa-apa
Sekarang, pasti karena waktu terus berganti..
Tak terasa kita sudah benar-benar mengenal kehidupan..
Aku, mereka dan kau sudah besar..
Ternyata persahabatan ketika kecil baru kurasakan sekarang..
Terima kasih kawanku,
Kau sudah mau berteman denganku
Aku harap kau menjadi sahabatku selamanya.. J

Senin, 04 Juni 2012

Menulis Ketika UKK :)


Sekarang sedang UKK, aku masih bisa ngetik-ngetik. Dan aku tak bisa jauh dengan ketikan yang ada di dalam pikiranku sekarang.  Apapun yang sedang aku lakukan, aku harus menulis dan wajib menulis. Minimal sehari menghasilkan satu ketikan, baik curhat, artikel, atau apapun. Yang penting menulis dan menulis. Tak ada hari tanpa menulis.

Yang ada di pikiranku sekarang yaitu tentang keberadaan diri. Di manakah jati diriku sebenarnya? Bagaimana aku menyikapi diriku seutuhnya? Aku memang terlalu.
Bagaimana dengan keadaanku ketika aku kuliah? Apalagi ketika kuliah sangat bebas. Harus benar-benar tau aturan yang di ajarkan orang tua.

Aku tau, Allah pasti berada di samping dan terus mengawasiku. Renungan tentang inilah yang aku bingungkan, tentang perasaan orang lain terhadapku. Ketika aku tak bisa berhenti menangis, aku merasakan sesuatu di dalam diriku. Inikah sifatku yang sebenarnya? Sehingga orang-orang memerhatikanku hingga ingin berbagi denganku. Apakah aku mengganggu hati mereka? Tetapi aku tak sengaja bahkan tak berniat  mengganggu ikhwan.

Belum pernah aku menemukan seseorang yang menyukaiku karena sifatku yang polos dan riweuh ini. Banyak sekali yang aku temukan yang karena parah wajahku. Aku tetap bersyukur, karena Allah sudah menciptakanku secara sempurna tanpa cacat. Alhamdulillah...
Tapi, jika parasku tidak seperti ini, apakah mereka akan menyukaiku? Yang aku butuhkan pengertian. Bukan dari paras, melainkan hati yang tulus.


Minggu, 03 Juni 2012

Cinta = Ujian

Bagaimana mengawalinya dengan cara yang berbeda. Dari sebuah pertemanan, lalu pertemuan dan apakah akhirnya menjadi pernikahan?
Belum tentu Allah memberikan sesuatu yang kita cintai, bahkan Allah sedang menunggu cinta kita kepada-Nya. Tak lain cinta kepada lawan jenis yang belum menjadi mahramnya. Salahkah kita untuk mencintai seseorang? Tidak. Karena kita mempunyai perasaan dan Allah memberikan kasih sayang kepada manusia. Dan cinta kepada lawan jenis memang fitrah manusia, Allah tidak melarang rasa cinta itu karena Allah meniupkan rasa cinta kepada hamba-Nya. Bila cinta itu di dasari oleh nafsu, maka cinta itu bukan cinta lagi. Nfsu yang membuat insan terjerumus.

Bukankah cinta itu suci? Ya. Cinta memang suci, tetapi tidak di dasari oleh nafsu. Melainkan cinta kepada Allah dibanding cinta kepada seseorang, bahkan dunia. Cinta karena Allah, cinta yang membuat manusia bertahan dari rasa sakitnya. Ketulusan pun ada. Namun, apakah cinta itu ujian bagi kita? Bagi orang yang merasakan gejolak rasa yang wah kepada lawan jenisnya? Hati yang selalu terjaga, kini di nodai oleh cinta yang terlalu? Di manakah perasaan kita, di manakah rasa cinta lebih itu hanya kepada Allah? Cinta adalah ujian kita untuk tetap menjaga kesucian kita. Dan belum tentu seseorang yang kita cintai itu akan menjadi pendamping hidup kita. Bagaimana jika mereka memang jodoh ketika mereka bertemu, sebelumnya mereka saling curhat tentang seseorang yang di cintainya. Tapi akhirnya? Allah menjadikan mereka bersatu dalam ikatan suci? Malu kah kita kepada dia jika sewaktu dulu kita mencintai orang lain?
Apakah harus di pendam cinta itu? Sehingga orang yang kita cinta sebisa mungkin kita mencintainya dengan cara diam?

Mencintainya dengan cara diam. Karena cinta itu ujian. Kita hanya bisa memohon kepada-Nya agar dikuatkan hati kita untuk seseorang yang menjadi pendamping yang sah bernilai ibadah.
Saya, bingung untuk menyikapi ini. Namun, yang saya pikirkan yaitu di mana cinta yang hakiki selalu terjaga, mencintai karena-Nya. Dan memang sangat susah untuk di jalankan, apalagi di jalani oleh saya yang masih labil dalam segi psikologis.

Cinta lebih indah jika kita bertemu dengan  seseorang yang ditakdirkan oleh-Nya menjadi bagian dalam hidupnya. Ketika pernikahan itu datang, cinta yang benar-benar cinta dalam ikatan suci. Mencintai si dia karena-Nya. Libatkan Allah, maka hati kita tidak akan jauh dari-Nya.


Billahi taufiq wal hidayah.

Kamis, 03 Mei 2012

May 3rd 2012


May 3rd 2012

Alhamdulillah.. semoga syukurku pada-Nya tak pernah kulupakan.. mengawali saya sudah menginjak umur 17 tahun,, (sweet seventeen)  banyak sekali moments yang tak pernah kulupakan.. Terima kasih semuanya sudah membuatku bahagia walaupun awalnya sangat sakit dan sedih hati ini..

Awalnya, sepertinya ketika sehari sebelum saya ulang tahun, sepertinya ada yang diem-diem menggantikan tanggal di hapeku menjadi 1 Mei. *padahal seharusnya pada hari itu tanggal 2 Mei. Mungkin saya sedang pusing atau banyak pikiran kali yaa.. Pagi-pagi sakit kepala. Saya hampir lupa bahwa hari itu adalah tanggal 3 Mei. Tapi di hapeku tercantum 2 Mei. *dasar itu yang jail -,-.

Waktu pergi ke sekolah, kok tumben ada yang memberi ucapan selamat ulang tahun, padahal kan saya pikir hari ini adalah tanggal 2 Mei, ehh.. padahal tanggal 3 Mei. Huh...  pada senang ya, nge jailin saya -,-. Sebelumnya saya ga tahu..

Benar-benar surprise bangeeeeeeeeeeeeeeeeettt hari ini. Teman-teman di kelas pada diem melulu pertamanya. Ya saya anggap udah biasa, toh ga ada apa-apa kan. Pas siangnya, ga tau kenapa pada saling bisik. Aneh bangeet. Terus ba’da dzuhur ada kumpulan Rohis mendadak. Saya dikagetkan oleh ketua Rohis. Marah-marah ke saya tentang keterlambatan penyerahan proposal. Di situ saya juga protes, kesannya menjadi debat. Tapi ketika saya ingin sekali menangis, mereka mengucapkan selamat milad teh Shofi... *ketika itu kebanyakan adik kelas yang hadir. Sangat mengesankan. Ternyata ada salah seorang yang menggantikan tanggal di hapeku. Saya sih belum tau siapanya, tapi saya sangat bersyukur hari ini sangat surprise buatku.  

Saya hampir menangis ketika itu. Tapi setelahnya saya berjalan masuk ke kelas. Perlahan salah satu temanku mencegatku masuk ke kelas. Ada apa ini. Kepalaku kambuh, pusing-pusing. Hampir ingin pingsan. Kemudian, saat aku membuka pintu kelas, Subhanallah... Kue tart datang menghadap di depankku. Ada lilin berangka 17. Semua teman-teman kelasku menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Saya tersenyum kembali walaupun sedang pusing. Pas banget ada pelajaran dan guru BPBK (pelajaran yang sangat saya gemari). Saya di doakan semoga masuk ke Fakultas Psikologi tahun besok Aamiin Ya Rabb..

Pada waktu pelajaran Bahasa Arab, kue tart pun di potong. Saya bagikan satu per satu kue itu kepada teman-temanku. Mengembirakan sekali. Dan untuknya pelajaran itu belajarnya hanya bermain games. Ketawa-ketiwi semua.. Subhanallah.. saya sangat bersyukur kepada-Nya atas kenikmatan ini. Sehingga menguras tenaga, pikiran dan hati. Menguji kesabaran yang harus tegar.
benar-benar membuatku bingung dan sangat bersyukur juga, Allah masih memberiku kesempatan hidup di dunia ini.. Alhamdulillah
J

Positive thinking

Aku menunggu, tapi tak kunjung tiba dan tak mengucapkan... Tak apa lah, mungkin dia sibuk :)

Selasa, 01 Mei 2012

Ayah...


Mungkin kau tak merasakan apa yang ku rasa.. Tapi hatiku selalu menyanyangimu dengan setulus hatiku.. Kuteringat dulu disaat engkau kecewa kepadaku.. Hampir kau berputus asa karena ulahku.. itu semua karena aku tidak berfikir apa yang telah ayah lakukan.. Walaupun kita jauh, kehangatan pelukmu selalu kukenang ayah.. Apakah kelak aku bisa membahagiakan ayah? Engkau bekerja keras untuk mencarikan nafkah untukku dan keluarga.. Tapi kenapa aku menyia-nyiakan kerja kerasnya? Aku memang bodoh! Ku tidak berfikir! Aku selalu membuat ayah kecewa..
Maafkanlah aku ayah.... mungkin disaat aku SMP, ayah selalu mengeluarkan uang sedemikian banyaknya untuk membiayaiku.. Apa aku tidak berfikir? Dalam pikiranku selalu ingin pindah-pindah sekolah.. karena ku tidak betah tinggal di Pesantren Amanah, ku hanya bisa mengeluh dan mengeluh, tidak betah, dan selalu ingin pulang.. Kenapa dulu aku tidak berusaha agar ku betah? Dulu, aku memang manja, ayah... Saat ku ingin pindah, engkau langsung memenuhi permintaanku.. Kau ingin aku sukses! Kau pindahkan aku ke SMP Al-Muttaqin.. Dengan hati yang gugup, ku melakukan test seleksi masuk ke program Bilingual, Alhamdulillah sebenarnya aku masuk. Tapi, dari program itu harus selalu menggunakan Bahasa Inggris dari segi pelajarannya maupun percakapannya. Tapi aku merasa ingin dikelas yang reguler saja, itu lebih baik untukku mungkin..
Ayah, aku DITERIMA menjadi siswi SMP Al-Muttaqin!. Ayah kemudian bersyukur..  Tapi apa hasilnya? Saat beberapa minggu, aku tidak betah lagi di sana.. Bahkan aku selalu ingin pindah ke sekolah Negeri. Kenapa aku begitu tega dengan ayahku sendiri? Apa aku belum menyadarinya begitu susah payah mencari uang untuk pendidikanku. Harusnya aku BERSYUKUR!! Apakah aku sudah mengecewakanmu wahai ayah......?? Maafkan aku yang selalu membuat engkau sakit, ayah...
Suatu hari, aku sering nangis disini.. selalu mengulang kata-kata ingin pindah.. Ya ga bakalan betah kalo gitu mah, selalu diucapin mulu.. Aku berbicara ingin pindah, tapi ayah bilang ‘Ya Allah, dosa apa yang menimpa anakku ini? Apa yang harus ayah lakukan? Ayah hampir kecewa dengan sikapmu.. Ayah ga tahu lagi harus bagaimana agar kamu betah disini? Ayah kecewa...” itulah pesan-pesan ayah yang membuatku bangkit dari sifat egoisku. MULAI SEKARANG AKU BERTEKAD TIDAK AKAN MENGECEWAKAN ORANG TUA! Aku ingin benar-benar untuk menyusuri hidup yang bermakna. Tidak untuk mengecewakanmu wahai ayah... Berbakti kepadamu dan ummi setiap waktu, doakan aku ayah, semoga aku dapat mengantarkan ayah dan ummi serta ummat mukmin sedunia ke Syurga. Doakan juga yah, semoga Shofi menjadi wanita Shalehah.. Aamiin..