Minggu, 22 September 2013

Pagi Hari...

Semangat pagi! Alhamdulillah diriku masih terbangun dalam kehidupan dunia. Manfaatkan hari ini untuk memberikan yang terbaik pada alam ^_^. Ternyata, hidup di kosan itu tidak jauh dengan yang di rumah, bedanya yaa di rumah sendiri ada orang tua yang mengawasi :). Tapi sekarang, aku hidup sendiri. Perlu adanya pemahaman diri dan harus berada di lingkungan yang baik. 
Sungguh memang unik hidup ini, cara mendewasakan diri yang tiada akhir akan berjalan. Menghadapi persoalan ketika kuliah, bahkan nanti pada saat hidup bermasyarakat dan berkeluarga. Dukungan yang sangat jelas, dosen-dosen yang menyemangati bahwa hidup ini jika tak ada kegagalan, maka tak ada pula kemenangan. 
Kesempatan menulis blog ini, setelah mengerjakan tugas yang lumayan banyak (karena masih mahasiswa baru). Sedikit-sedikit mengintip blog sebentar, dan akhirnya ingin menuliskan banyak cerita. Namun, waktu yang tak pernah berhenti, aku sedang dikejar waktu. Siang ini harus pergi ke Kampus! :D 

Daaaan... nantikan kisah-kisah yang akan dipersembahkan untuk blog ini ^_^ see u later ^.



Jumat, 09 Agustus 2013

Halal Bi Halal

Assalamu'alaikum blogku, setelah sekian lama aku amati hidup ini, ternyata yang membuat kita rapuh itu diri kita sendiri. Pikiran negatif yang terus menghampiri diri, bergelimang dalam pikiran.. ya walaupun aku keseringan diam, tapi belum begitu baik juga berdiam diri terus-terusan. Ada kalanya kita bahagia bersama orang lain ^_^ Ya, sama saja. Mereka adalah manusia yang butuh diperhatikan juga. *manusia, bahasanya asa gimanaa gitu* hehe..

Hari ini, saatnya Halal Bi Halal bersama keluarga besar alm. H. Eman, hiks.. kangen sekali. ingat perjuangan Aki pada masa lalu. Yaa aku sih baru menginjak usia TK. Jadi belum bisa membawa makna hehe. Aku juga hari ini sekaligus mau pamit. Ceritanya mau pindahan ke Bandung hihi. Bulan ini, sedih bercampur senang, sedih karena Ramadhan sudah terlewati. Lalu akan berpisah dengan kerabat Tasik. *tak lupa kuliner Tasik* huaaa T.T


Minggu, 04 Agustus 2013

Awal Kuliah

Dari beberapa minggu yang lalu, aku baru menulis. Rasanya kangeeeen banget, ingin bercerita. Tapi aku lebih merasa dan hanya ingin dipendam saja. Biarkan ia mengalir dengan sendirinya. Bulan September adalah bulan yang benar-benar membawa kedewasaan baru. Awal dari semua cerita indah. Awal dari ujian yang akan kujalani. Masa kuliah, ya. Masa kuliah. Masa yang akan menggiring aku ke masa terbaru. Semoga aku dapat berprestasi di dalamnya. Aamiin. Dan ini adalah amanah dari sekolah bahwa aku harus benar-benar menjadi mahasiswi yang unggul dari akhlak. Semoga aku diberi perlindungan dan penerangan oleh-Nya. Aamiin.


Saat ini, mungkin aku masih dibilang remaja. Banyak ujian dan godaan yang menungguku ketika aku menjalani kuliah tersebut. Yaa Rabb, bawalah aku ke jalan lurus-Mu, aku hanyalah wanita yang lemah, tak berdaya, dan masih banyak kelemahan dalam diri. Sungguh, diri ini milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Di masa ini, aku ingin memberikan yang terbaik kepada Allah, Rasulallah, orang tua, dan khususnya bagi diri sendiri. Segalanya yang Allah beri, aku sangat bersyukur.. tanpa-Nya, hatiku sungguh mati. Kenikmatan ini, lebih dari cukup. Aku diberi kekuatan, ketenangan, dan kesungguhan. Syukurku, ketika kuliah aku berada di lingkungan yang baik. Jurusan yang terbaik pula, Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Tak menyangka memang, karena takdirku berada di Bandung. Akankah sesuatu itu akan terlaksana, Yaa Rabb? Aku memohon pada-Mu berikan yang terbaik bagi kami..

Senin, 01 Juli 2013

Wahai Diri..

Hai, apa kabar hati?
Masihkah ia tetap menjadi sesuatu yang indah?
Di saat tumpukan-tumpukan batu karang
Yang sukar untuk di sentuh

Apa kabar iman?
Masihkah ia tetap berdiri kokoh
Untuk menemui kisah di dunia ini?
Menggantung hati pada Pemiliknya?

Ketika layu mengguncangkan sinar cahayanya
Ketika tambatan hati enggan menyapa dirinya
Masihkah ia tetap berdiam diri, sepi, tak ada yang menemani?
Membawa revolusi yang cepat, tepat, dan aman

Wahai diri,
Bisakah membuka kelopak indah untuk dirinya?
Perlahan menulis cerita dengan pena emas
Menjelajahi waktu dengan sempurna..


Rabu, 12 Juni 2013

Berpikir

Suatu kekuatan dalam diri, sangat penting bagi perkembangannya. 
Walaupun usia tak dapat membuatnya lebih terbatas untuk mempelajarinya. 
Hanya pemikiran yang dapat mempersembahkan pada dunia akan masa-masanya. 
Pemikiran yang universal untuk dirinya sendiri. 
Lingkungan akan mewakili dirinya untuk terus berpikir apapun yang ada di dunia ini. 
Macam-macam kejadian yang memetik hikmah-Nya. 
Buat apa kita terus mengelak dalam perjalanan hidup ini? 
Toh, hidup ini sudah ada yang mengatur. 
Ya, dengan berusaha tentunya. 
Dan tak ada yang tak mungkin bila Allah mengizinkan sesuatu terjadi. 
Firman-Nya yang tak pernah dusta. 
Membawa kedamaian jiwa, menuju keselamatan dunia dan akhirat. 
Ketika turun hujan pun terjadi atas izin-Nya. 
Bisakah kita berpikir 10 detik saja minimal. 
Merenungkan apa yang Dia keluarkan untuk bumi ini?


Kamis, 30 Mei 2013

Masa Remajaku

Entah apa yang aku rasakan saat ini, memang jauh dari masa kanak-kanak yang pernah aku lalui. Di mana ketika masa keseriusan itu datang, memberikan kepastian pada seorang insan. Sesuatu yang tak disangka adanya ketertarikan pada masa depan. Logika menghujamku untuk terus memikirkan apa yang sedang terjadi, namun hati yang tak pernah bertanya mengapa ini terjadi, hanya bisa merasakan, menatap keadaan yang sebenarnya. Dunia ini memang tak selebar dan kelor, pasti semua itu akan dipertemukan sejauh apapun kita melangkah. Terdapat titik temu yang tak bisa dibayangkan. Walaupun perasaan ini diuji untuk bisa bertahan ataukah merelakan begitu saja. Masa lalu ya masa lalu, masa depan harus kita raih. Jangan sampai masa lalu yang pahit terulang kembali. Membawa diri lebih baik dan terus lebih baik lagi. Kini yang aku rasakan, tak pernah menyangka seorang insan menyatakan perasaannya kepadaku begitu terlihat keseriusannya. Tapi, aku belum ingin secepat itu. Hati ini belum bisa menerima walaupun aku juga mempunyai perasaan yang sama. Belajar dari pengalaman yang dulu, seseorang yang pernah aku sia-siakan ketika itu, beberapa tahun kemudian serasa sangat menyesal aku telah mengelak perasaannya. Dulu memang tak sadar, mungkin belum paham apa itu cinta yang tulus. Membela temannya sendiri meskipun dia terluka. Ketika dia menjauh, aku baru menyadarinya. Betapa berharganya seorang sahabat sejati. Yaa Ghafur, maafkanlah masa laluku. Karena itu, aku tak ingin menyakiti hati seseorang yang sudah menyayangiku. Tiga tahun lamanya, syukurku bisa bertahan dari godaan. Dan semoga masa yang akan datang, masa yang betul-betul menyelipkan kedewasaan terungkap dengan sendirinya, aku bisa memilih dengan tegas, memilih yang terbaik untukku, untuk masa depan. Dan semoga aku dapat bertemu dengannya dalam ikatan yang suci dan berada dalam ridho-Nya. Aamiin.

Senin, 27 Mei 2013

Yang Terbaik dari-Mu

Syukur Alhamdulillah, Engkau sebenar-benarnya Pencipta yang Maha Kuasa Yaa Rabb.. Izinkanlah hamba untuk terus menyusuri mengejar ilmu sebanyak mungkin.. Masa SMA yang takkan pernah aku lupakan seumur hidupku. Masa SMA yang menjadi masa-masa indah, penuh tangisan, tantangan, dan haru membiru yang aku rasakan. Masa yang memberikan berjuta keindahan rasa ketika aku melaluinya. Membawa diriku memilih pilihan yang terbaik dan masa remaja yang penuh dengan pesona cinta di dalamnya. Nikmatilah masa remaja ini, karena masa itu tak akan terulang lagi. Aku sangat bersyukur akan hadirnya perasaan itu pada awal remaja yang mungkin membuatku galau sebelumnya. Belum mengerti makna kehidupan yang sebenarnya, bahkan jati diri dan kedewasaan itu baru mulai terbentuk pada masa saat ini. Ketika semuanya akan menjadi kenangan, hanya terdapat jejak indah yang memesona. Perjalanan masih panjang. Di sana masih menunggu kisah-kisah yang tak dapat dipikirkan sebelumnya. Masa yang akan membawa ke dalam kehidupan masyarakat dan bersifat luas. Ketika semua orang menjadi apa yang mereka inginkan, bagaimana syukur itu dihadirkan. Tidak menyombongkan yang akan merusak diri sendiri. Sebelumnya sudah aku perjuangkan dan terus berdoa agar Dia senantiasa memberikan yang terbaik bagiku. Sekarang, aku hanya bisa berserah diri kepada-Nya, pilihan-Nya yang terbaik akan diumumkan pada sore hari ini. Yakin bahwa tak ada yang sia-sia dalam perjalanan hidup ini. Dan ternyata, Allah memberikan segalanya lebih dari cukup. Di saat aku sudah berserah diri, apapun keputusan berada di tangan-Nya, aku siap. Alhasil, hatiku terasa dagdigdug saat membuka hasil seleksi SNMPTN. Dan akhirnya Allah sudah menjawab apa yang terbaik bagiku. Yaitu berada di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Prodi Bimbingan dan Konseling. Sungguh, tak disangka. Allah telah membuktikan apa yang terbaik untukku. Semoga aku bisa berprestasi di dalamnya. Aamiin. Namun, aku juga sedih, beberapa temanku bahkan sahabatku belum rezekinya masuk jalur Undangan. Tapi, mereka tetap semangat yang akan menghadapi SBMPTN. Semoga kami tetap diberikan yang terbaik, apapun itu. Karena skenario Allah selalu indah~

Minggu, 26 Mei 2013

Pengumuman SNMPTN

Yaa Allah, hamba insyaAllah menerima ketentuan dari-Mu.. Hamba siap untuk memberikan kisah pada orang lain.. Hamba siap untuk bernazar tiga hari jika hamba diterima di UPI jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan 2013. Aamiin~ hamba hanya bisa memohon dan bertawakkal pada-Mu.. hamba sudah senantiasa berikhtiar ketika perang bersama kertas itu.. dan hamba mohon Yaa Allah, berikanlah yang terbaik bagi hamba.. Aamiin~