Kamis, 31 Oktober 2013

Meretas Mimpi

 Hidup ini, memang tak lepas ada hukum aksi-reaksi. Mengingat ketika masa akhir SMP, aku pun sempat termenung. Aku lelah seperti ini, aku tak mau lagi hingga aku dapat yang terbaik. Kurang lebih aku mengucapkan seperti itu. Dalamnya aku bertekad, walaupun pada awal SMA memang sangat banyak godaan dan cobaan untuk terus menahan prinsip itu. Aku belajar mempertahankan prinsipku, aku belajar menghargai kehidupan, aku belajar menjadi pribadi yang lebih baik, dan aku ingin selalu belajar dalam keadaan apapun.

Syukurku pada-Nya telah melindungiku dari godaan itu. Hingga tiba saatnya aku untuk beranjak yang lebih menantang, yaitu kehidupan perkuliahan. Masa yang berakhir dengan keseriusan, masa yang menjadikan mutlak dewasa atau tidak, masa yang benar-benar harus menjalin ukhuwah dan selalu bermunajat pada-Nya.


Ada saatnya ketika aku sudah siap untuk berbagi kehidupan. Aku yakin, pasanganku kelak adalah cerminan diriku sendiri. Apakah dia adalah pasanganku kelak? Yang berada di sekelilingku? Apakah aku sudah menemukannya? Untuk sekarang memang belum menemukannya. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, itulah slogan yang selalu kuingat. Terus perbaiki diri sampai kapanpun. Bahwa Dia sedang mempersiapkan seseorang yang terbaik untukku. 


Sabtu, 05 Oktober 2013

Dear My Blog...

Hari ini aku mulai sakit flu, semoga sakit ini adalah penawar dosaku selama ini, Aamiin.. Ya, teman-teman bilang diriku sedang kecapean. Butuh istirahat extra, namun Alhamdulillah selama sebulan terakhir ini, aku diberi kekuatan. Keuatan bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Ya meskipun ‘agak’ kaget yang tugasnya benar-benar tak gampang dan sesering itu. Taukah? Dengan belajar Psikologi ini, pikiran dan hatiku semakin terbuka tentang kehidupan. Manusia yang hanya bisa dideteksi oleh fisik, ternyata bagian dalam (jiwa) lebih hebat lagi. Ketika alam bawah sadar kita bereaksi. Mungkin kita tak pernah sadar, hal kecilpun kita kadang tidak menyadari bahwa itu adalah insting atau perilaku yang sebenarnya. Pokoknya, asyik banget belajar Psikologi itu. Apalagi Mental Hygiene, sangat erat dengan agama.

Hey, minggu depan libur Idul Adha, semoga aku bisa pulang. Bertemu dengan keluarga yang sangat kurindukan sebulan ini. (ma’lum masih mahasiswi baru). Dan sangat rindu pada makanan Tasik :’) 

Yaa Rabb.. aku ini lemah, maka kuatkan aku dengan kasih-Mu.. Berikan jalan terbaik apapun jalan yang aku tempuh.. Lindungi di setiap gerak-gerik nafasku, tegur dan ingatkanlah aku di mana aku lupa pada-Mu, Yaa Rabb.. Peluk aku dalam cinta-Mu walaupun hina. Berilah rasa empati kepada semua insan, berilah kelemah lembutan yang ada pada-Mu.. Allahumma Aamiin :’)



miss you mam... :')

Rabu, 25 September 2013

Ilmu Nyata

Manusia mempunyai refleksi dalam diri. Ketika sadar dan tidak sadar. Sekiranya Allah tidak menganugerahkan adanya refleksi pada manusia, maka tak ada kehidupan bagi atau semua manusia akan jatuh pada kesakitan jika dibiarkan. Tergantung situasi dan kondisi. Kita mempelajari Psikologi karena ingin memahami orang lain atau siswa dan bisa memahami diri sendiri. Karena ia tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Calon konselor harus bisa memahami klien dengan cara pendekatan psikologi. Tingkah laku seseorang yang dapat dipelajari, namun jiwa tak bisa dipelajari. Mengapa? Karena jiwa hanya bisa dirasakan, tidak bisa diukur, dan tidak mempunyai bentuk. Masalah jiwa adalah masalah pribadi manusia yang hanya diketahui oleh Pemilik jiwa, yaitu Allah swt. Dia merancang segala bentuk manusia. Dan Dia hadirkan hati yang suci, yaitu ketika manusia memulai adanya nafas kehidupan, dari alam rahim seorang ibu.

Dalam teori-teori tertentu, kita harus terpesona akan teori itu. Dan psikologi mempunyai teori dan pandangan tersendiri yang bersifat ilmu pasti atau ilmu nyata. Karena psikologi ada di sekitar kehidupan kita. Aristoteles bertanya kepada Plato, “Apakah saya ada?”, maka Plato menjawab bahwa Aristoteles ketika sedang berpikir dan mempunyai refleks, itu artinya ada. Dapat disimpulkan, “saya” pasti ada ketika dia mampu berpikir dan mempunyai rangsangan yang cepat terhadap sesuatu. 

Minggu, 22 September 2013

Pagi Hari...

Semangat pagi! Alhamdulillah diriku masih terbangun dalam kehidupan dunia. Manfaatkan hari ini untuk memberikan yang terbaik pada alam ^_^. Ternyata, hidup di kosan itu tidak jauh dengan yang di rumah, bedanya yaa di rumah sendiri ada orang tua yang mengawasi :). Tapi sekarang, aku hidup sendiri. Perlu adanya pemahaman diri dan harus berada di lingkungan yang baik. 
Sungguh memang unik hidup ini, cara mendewasakan diri yang tiada akhir akan berjalan. Menghadapi persoalan ketika kuliah, bahkan nanti pada saat hidup bermasyarakat dan berkeluarga. Dukungan yang sangat jelas, dosen-dosen yang menyemangati bahwa hidup ini jika tak ada kegagalan, maka tak ada pula kemenangan. 
Kesempatan menulis blog ini, setelah mengerjakan tugas yang lumayan banyak (karena masih mahasiswa baru). Sedikit-sedikit mengintip blog sebentar, dan akhirnya ingin menuliskan banyak cerita. Namun, waktu yang tak pernah berhenti, aku sedang dikejar waktu. Siang ini harus pergi ke Kampus! :D 

Daaaan... nantikan kisah-kisah yang akan dipersembahkan untuk blog ini ^_^ see u later ^.



Jumat, 09 Agustus 2013

Halal Bi Halal

Assalamu'alaikum blogku, setelah sekian lama aku amati hidup ini, ternyata yang membuat kita rapuh itu diri kita sendiri. Pikiran negatif yang terus menghampiri diri, bergelimang dalam pikiran.. ya walaupun aku keseringan diam, tapi belum begitu baik juga berdiam diri terus-terusan. Ada kalanya kita bahagia bersama orang lain ^_^ Ya, sama saja. Mereka adalah manusia yang butuh diperhatikan juga. *manusia, bahasanya asa gimanaa gitu* hehe..

Hari ini, saatnya Halal Bi Halal bersama keluarga besar alm. H. Eman, hiks.. kangen sekali. ingat perjuangan Aki pada masa lalu. Yaa aku sih baru menginjak usia TK. Jadi belum bisa membawa makna hehe. Aku juga hari ini sekaligus mau pamit. Ceritanya mau pindahan ke Bandung hihi. Bulan ini, sedih bercampur senang, sedih karena Ramadhan sudah terlewati. Lalu akan berpisah dengan kerabat Tasik. *tak lupa kuliner Tasik* huaaa T.T


Minggu, 04 Agustus 2013

Awal Kuliah

Dari beberapa minggu yang lalu, aku baru menulis. Rasanya kangeeeen banget, ingin bercerita. Tapi aku lebih merasa dan hanya ingin dipendam saja. Biarkan ia mengalir dengan sendirinya. Bulan September adalah bulan yang benar-benar membawa kedewasaan baru. Awal dari semua cerita indah. Awal dari ujian yang akan kujalani. Masa kuliah, ya. Masa kuliah. Masa yang akan menggiring aku ke masa terbaru. Semoga aku dapat berprestasi di dalamnya. Aamiin. Dan ini adalah amanah dari sekolah bahwa aku harus benar-benar menjadi mahasiswi yang unggul dari akhlak. Semoga aku diberi perlindungan dan penerangan oleh-Nya. Aamiin.


Saat ini, mungkin aku masih dibilang remaja. Banyak ujian dan godaan yang menungguku ketika aku menjalani kuliah tersebut. Yaa Rabb, bawalah aku ke jalan lurus-Mu, aku hanyalah wanita yang lemah, tak berdaya, dan masih banyak kelemahan dalam diri. Sungguh, diri ini milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Di masa ini, aku ingin memberikan yang terbaik kepada Allah, Rasulallah, orang tua, dan khususnya bagi diri sendiri. Segalanya yang Allah beri, aku sangat bersyukur.. tanpa-Nya, hatiku sungguh mati. Kenikmatan ini, lebih dari cukup. Aku diberi kekuatan, ketenangan, dan kesungguhan. Syukurku, ketika kuliah aku berada di lingkungan yang baik. Jurusan yang terbaik pula, Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Tak menyangka memang, karena takdirku berada di Bandung. Akankah sesuatu itu akan terlaksana, Yaa Rabb? Aku memohon pada-Mu berikan yang terbaik bagi kami..

Senin, 01 Juli 2013

Wahai Diri..

Hai, apa kabar hati?
Masihkah ia tetap menjadi sesuatu yang indah?
Di saat tumpukan-tumpukan batu karang
Yang sukar untuk di sentuh

Apa kabar iman?
Masihkah ia tetap berdiri kokoh
Untuk menemui kisah di dunia ini?
Menggantung hati pada Pemiliknya?

Ketika layu mengguncangkan sinar cahayanya
Ketika tambatan hati enggan menyapa dirinya
Masihkah ia tetap berdiam diri, sepi, tak ada yang menemani?
Membawa revolusi yang cepat, tepat, dan aman

Wahai diri,
Bisakah membuka kelopak indah untuk dirinya?
Perlahan menulis cerita dengan pena emas
Menjelajahi waktu dengan sempurna..


Rabu, 12 Juni 2013

Berpikir

Suatu kekuatan dalam diri, sangat penting bagi perkembangannya. 
Walaupun usia tak dapat membuatnya lebih terbatas untuk mempelajarinya. 
Hanya pemikiran yang dapat mempersembahkan pada dunia akan masa-masanya. 
Pemikiran yang universal untuk dirinya sendiri. 
Lingkungan akan mewakili dirinya untuk terus berpikir apapun yang ada di dunia ini. 
Macam-macam kejadian yang memetik hikmah-Nya. 
Buat apa kita terus mengelak dalam perjalanan hidup ini? 
Toh, hidup ini sudah ada yang mengatur. 
Ya, dengan berusaha tentunya. 
Dan tak ada yang tak mungkin bila Allah mengizinkan sesuatu terjadi. 
Firman-Nya yang tak pernah dusta. 
Membawa kedamaian jiwa, menuju keselamatan dunia dan akhirat. 
Ketika turun hujan pun terjadi atas izin-Nya. 
Bisakah kita berpikir 10 detik saja minimal. 
Merenungkan apa yang Dia keluarkan untuk bumi ini?