Senin, 01 Desember 2014

Awal Desember 2014

Awal dari cerita di masa bulan Desember ini, mungkin tak jarang orang-orang sudah mengenalku bahwa aku akan segera menikah *kaget*. Ya, kalau di PPB itu gosip apapun selalu terhempas luas. Namun, apapun yang terjadi, jika memang itu yang terbaik, kenapa tidak?
Beginikah rasanya diseriusin oleh seseorang? Apakah aku bisa untuk menjalani proses kehidupan yang baru nantinya? Padahal aku masihlah imut begini (baca:masih kecil) hehehe.
Ya memang, membangun keluarga tidaklah mudah, kita juga sebelumnya harus memilah dan memilih siapa calon imam yang pantas untuk kita. Termasuk, visi harus sama dan sejalan dengan misinya. Aku yakin, memang banyak sekali keberkahan setelah berkeluarga itu. Meskipun akan ada rintangan yang akan berdatangan, jadikan itu adalah penguat rasa kebersamaan untuk menghadapi masalah yang ada.
Sebenarnya, aku menulis tentang ini yaaa malu-malu tapi nulis hehe. Ya, kisahku sekarang, yakinkan bahwa sesuatu itu akan indah pada waktunya. walaupun dulu aku sering berpikir bahwa aku hanya wanita biasa. Setelah aku menyadari bahwa kejadian apapun akan menjadi cerita setelah dilaluinya. Ya, aku sedang merasakan betapa indahnya kekuasaan Allah yang melahirkan rasa cinta kepada manusia.
Waktu memang tak dapat berhenti. Sekarang pun sudah menginjak akhir tahun. Saya penasaran, bakal ada apa yaaah pada tahun 2015? hehehe.  



Senin, 03 November 2014

Ketika Embun Tak Selamanya Putih

Siapa yang tak punya cita? 
Menjunjung mahligai kebahagiaan  
Guratan takdir yang amat dalam
Akankah hidup ini adalah ujian?

Embun datang dengan sejuknya
Tak lama, ia menjadi sosok misterius
Menyelami suhu yang amat dingin
Pagi merindukannya.. 

Ya, tak selamanya embun menjadi putih
Terlalu lama terdiam
Menyeringai penuh dalam pikiran 
Tangan pun bergetar, mencari kehangatan

Singgasana menjadi godaan..
Ya, hidup dengan fatamorgana..
Kapankah akan realistis?
Semakin kuat, semakin diuji yang dahsyat pula
begitulah hidup, tak selamanya putih 

Hingga pada akhirnya, kita menyadari..
Titik temu pada keabadian rasa, 
Mewarnai hidup dengan penuh hikmah..
Karena embun tak selamanya putih.. 
Ia mempunyai enigma yang beragam.. 

Rabu, 08 Oktober 2014

Inilah diriku..

Pagi hari yang begitu cerah, suara hati meniatkan untuk berkompromi antara pikiran dan hati. Walaupun harapan tak sebanding dengan usaha, mungkin ini kelemahan diriku yang harus didobrak sedikit demi sedikit. Entah mengapa, pikiranku semakin mendalam dan di kala aku migrain, sakitnya luar biasa. Inginku tak seperti itu, aku ingin seperti yang lain, layaknya dapat berperilaku pada umumnya. Aku belum mengetahui, apa yang sebenarnya ini terjadi? Ya, aku harus berpikiran positif. Rasa ketakutan-ketakutanku kian menantang, bagaimana penilaian orang lain terhadapku.Tapi, inilah aku…

Apakah aku berperilaku terlalu lembut? Berdiam diri? Sering merenung? Apakah hanya itu yang dapat aku lakukan? Aku juga ingin seperti mereka yang dapat berbicara, cepat menanggapi dan tepat, sedangkan aku hanya bisa melalui tulisan dan tulisan. Hanya itu. Dalam benakku, memang aku seperti ini haruslah kita bersyukur pada hidup yang kita jalani. Ya, kata orang sih selow saja, namun aku, aku yang tidak dapat berpikiran selow saja atau hanya menjalani kehidupan saja. Berusaha untuk bersyukur pada kenyataan ini.   

Makna, ya.. aku mungkin hanya menerima.. mencoba untuk menerima diriku seutuhnya. Walau aku tak bisa aktif dalam vocal atau berbicara, maka aku harus mengoptimalkan kemampuanku. Yaitu menulis dan menulis. Apalah diriku, dengan keunikanku.. :’) belajar dan belajar di bumi ini. Bumi Allah.. Yap, aku sekarang mulai konsentrasi pada kemampuanku seutuhnya. Manusia memang tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya :’) #jadi, jangan bersedih hati 

Rabu, 24 September 2014

Family :)




I Love Them. Never ending for love. 
I Miss You all :')

C I N T A

CINTA… kita memang takkan lepas dari cinta. Cinta tidak berbentuk, tidak pula terhitung. Cinta adalah sebuah rasa, ya.. rasa. Tak aneh bukan? Di dunia ini pasti sudah merasakan cinta, kasih sayang, dan balutan rasa lainnya. Tentu saja yang namanya cinta bukan hanya pada seseorang yang beda jenis, tapi  seorang ibu dan sahabat pun pantas dikatakan cinta. Allah saja pasti mencintai hamba-Nya, apapun latar belakangnya hamba itu, tak akan membeda-bedakan makhluk-Nya. Allah menciptakan rasa cinta itu sungguh hebat. Mengapa kita dapat merasakan seperti ini? Dapat merasakan suka terhadap seseorang? Karena Allah tanamkan rasa cinta kepada dirinya.

Yang aku rasakan saat ini adalah rasa yang tak dimengerti olehku. Rasa itu tiba-tiba ada di benakku, melahirkan keyaninan alami dari kejadian-kejadian yang menghampiriku. Walaupun aku sering terdiam, tak banyak bicara menceritakan ini itu pada dunia, namun semakin tumbuh rasa pada salah satu insan di dunia ini. Apakah dunia ini mendukung? Terlalu cepat rasanya kalau aku diseriusi oleh seorang lelaki. Aku yaaa sebenarnya masih ingin beraktivtas seperti teman yang lain, tapi ada rasa yang mengganjal pula pada diriku, aku tak mau perlahan membatasi pertemanan atau keakraban dengan orang lain, khususnya laki-laki. Tapi memang, kita adalah manusia yang lemah, gampang menyukai sesuatu hal yang menurut kita menarik. Jika kita dekat dengan laki-laki, meskipun awalnya tak ada rasa, namun keadaan yang mengharuskan berinteraksi dengan dirinya, maka akan ada sedikit rasa untuknya. Ini sekedar contoh saja, dan ini memang banyak yang dirasakan oleh setiap manusia.


Agar hal tersebut tidak terjadi secara terus menerus, maka kita butuh sosok pendamping hidup. Ya, walaupun aku masih terlalu muda untuk membahas tentang ini, tapi ini menjadi kajian yang menarik bagiku. Apakah aku pantas membicarakan soal ini? Agar kita tetap terjaga, maka diharuskan mempunyai teman sejati. Caranya, tidak sesulit yang dibayangkan kok, tinggal dari diri kita yang ingin terus memperbaiki diri. Maka jodoh pun akan mengikuti ke mana dia pergi dan ke mana dia hinggap. Tentunya tak lepas dari doa. Ya doa, itu adalah cara yang paling ampuh dari semua tindakan yang menyertainya.  Semoga aku dapat menyelesaikan persoalan pada hidup ini, tentunya tentang cinta.. Semoga Allah memberikan yang terbaik untukku dan menanamkan cinta yang tepat  J Aamiin.  

Senin, 22 September 2014

Semester III

Assalamualaikum Blog-ku, sudah lama aku tak bersua lagi di sini.. Maafkan aku, kesibukanku di perkuliahan ini insyaAllah takkan lupa padamu dan pasti mempunyai cerita di setiap episode kehidupan ini.. Yap,  lanjut pada awal cerita. Sebenarnya aku masih ada tugas, setiap minggu malah. Tapi syukurku, aku tak sendiri di dunia ini. Banyak teman yang menginspirasiku tiap hari, entah itu kejadian kecil sampai kejadian yang WAH :D Aku semakin berpikir, harus pke quote ‘belajar jangan tertinggal’. Meskipun semester 3 ini aku lebih santai dari semester sebelumnya. Namun, memang banyak hikmah yang dapat kuambil di semester ini. Salah satunya, Alhamdulillah sudah satu tahun aku menikmati masa kuliah BK ini. Suka dan duka tentang apa yang aku rasakan sekarang, mungkin akan berdampak di kemudian hari. Karena ini menyangkut masa depanku.

Aku paling suka action, daripada hanya sebatas omongan belaka. Ya walaupun aku akui bahwa aku kurang bisa berbicara di depan umum, tapi aku mempunyai kemampuan yang lain (be ur self aja, tetap PEDE) :D Aku mencoba untuk berpikir positif pada diri dan lingkunganku. Ya, aku sangat menikmati dan senang berteman dengan teman-teman sekelasku. Dosen yang sering menginspirasi agar kita tetap menjadi konselor yang rendah hati kepada siapapun. Dan yang aku suka, jurusan ini sangat tepat untukku karena banyak ilmu-ilmu tarbiyah diri, pengingat, dan memotivasi mahasiswa agar menjadi pribadi yang baik dan benar sebelum menjadi konselor. Menata hati itu memang butuh perjuangan, namun konselor bukanlah manusia yang sempurna, tetap seutuhnya.


Learn to learn, ini adalah salah satu prinsip dasar mata kuliah Andragogi. Bahwa kita belajar yaaa untuk belajar juga. Tidak ada yang merasa sudah paling tinggi. Walaupun kita sudah di atas, tetaplah rendah hati dan menjadi pimpinan yang baik. Pemimpin diri yang mempunyai jiwa pembelajar, haus akan ilmu. Itulah learn to learn. pembelajar sejati sampai akhir hayat, Aamiin.. InsyaAllah :’))

Kamis, 07 Agustus 2014

Datang dan Pergi

Terlepas dari datang dan pergi.. begitu juga hidup ini, pergantian waktu yang selalu mengharukan sekaligus terdapat kegelisahan membuat hati ini sulit untuk berlabuh pada kenyataan yang berbeda.. menerima takdir ini, ya menerima itu tidak lah segampang yang orang pikirkan, sungguh harus dibuktikan dengan keikhlasan dan meyakini bahwa semua itu ada waktunya dan akan baik-baik saja. tak perlu disesali kegelisahan terjadi, ini adalah perputaran kehidupan.. ya, namanya datang dan pergi.. 

Memanglah hidup ini bukan sesuatu yang bisa kita pegang selamanya, bumbu kehidupan ini setelah datang ada kesenangan, setelah pergi terjadi kesedihan, bisa jadi hidup ini kembali indah ketika sesuatu yang datang itu lebih indah dari sesuatu yang pergi. Kadang, kita pernah menyimpulkan dunia ini hampa, dunia ini penuh dengan kenangan, dirasakan oleh orang yang sederhana-sederhana saja sampai orang kaya pun merasakannya. mungkin, kita belum menyadari adanya karunia yang Allah berikan pada kehidupan kita, hanya belum menyadari. apabila kita renungi, datang dan pergi itu adalah bagian rencana Allah. begitu pula kesedihan yang tak terobati, obat kesedihan itu bukannya kita harus berdiam diri, mempenjarakan diri, obat kesedihan itu menerima datang dan perginya sesuatu. dan yakinlah, rencana Allah pasti indah.. Dia akan menggantikan sesuatu yang pahit dengan yang lebih manis :)  

Hakikat datang dan pergi ini, kata yang mudah, namun di dalamnya banyak gejolak-gejolak rasa yang memasukkan kita, yaitu kesenangan dan kegalauan pada akhirnya. Kita harus menyadari, sesuatu yang pergi *belum selamanya pergi* akan datang kembali, waktu yang akan menyingkap rahasia itu.

Yang aku rasakan,
Kepada kakakku satu-satunya, Himmatushifa.
Long last with your husband <3

Minggu, 13 Juli 2014

Bersama-Mu, Yaa Rabb..

Ya Allah.. hari demi hari kunikmati hidup ini.. rasa sakit pun aku rasakan dengan adanya penyesalan dan tak ada upaya lagi apa yang harus kulakukan..
Yaa Rabb, sungguh lemah diriku ini.. membutuhkan kasih sayang-Mu seperti dulu.. menjagaku dari hal hal yang keji.. hampir kelabilanku yang diusia remaja akhir ini, ingin kumengakhiri dengan rasa haru, bahagia, dan mempunyai pelajaran untuk ke depannya..

Pengalamanku sungguh bercampur aduk, dari hal yang menyayat hati, sampai kebahagiaan seiring berganti dalam roda kehidupan..
Apakah aku tak sadar? dibalik itu semua ada yang melihatku, gerak-gerik apa yang aku lakukan pun Dia tahu, Tuhanku.. Tuhanku..
Rasa pekaku semakin menipis, karena kesibukan dunia.. aku tak mau ini terulang kembali, Yaa Rabb.. ampuni hamba..

Selama kuliah pun, aku sibuk dengan tugas-tugas yang kuselesaikan dengan cermat, tapi apalah arti sebuah mengejar nilai jika proses itu kurang adanya bersyukur..
Ingin kumulai dengan 0 lagi pada masa kuliah ini, awal semester 3 yang akan datang..
Semoga aku tetap berada di jalan-Mu.. Mengulang hari-hari yang indah bersama-Mu..