Rabu, 08 Oktober 2014

Inilah diriku..

Pagi hari yang begitu cerah, suara hati meniatkan untuk berkompromi antara pikiran dan hati. Walaupun harapan tak sebanding dengan usaha, mungkin ini kelemahan diriku yang harus didobrak sedikit demi sedikit. Entah mengapa, pikiranku semakin mendalam dan di kala aku migrain, sakitnya luar biasa. Inginku tak seperti itu, aku ingin seperti yang lain, layaknya dapat berperilaku pada umumnya. Aku belum mengetahui, apa yang sebenarnya ini terjadi? Ya, aku harus berpikiran positif. Rasa ketakutan-ketakutanku kian menantang, bagaimana penilaian orang lain terhadapku.Tapi, inilah aku…

Apakah aku berperilaku terlalu lembut? Berdiam diri? Sering merenung? Apakah hanya itu yang dapat aku lakukan? Aku juga ingin seperti mereka yang dapat berbicara, cepat menanggapi dan tepat, sedangkan aku hanya bisa melalui tulisan dan tulisan. Hanya itu. Dalam benakku, memang aku seperti ini haruslah kita bersyukur pada hidup yang kita jalani. Ya, kata orang sih selow saja, namun aku, aku yang tidak dapat berpikiran selow saja atau hanya menjalani kehidupan saja. Berusaha untuk bersyukur pada kenyataan ini.   

Makna, ya.. aku mungkin hanya menerima.. mencoba untuk menerima diriku seutuhnya. Walau aku tak bisa aktif dalam vocal atau berbicara, maka aku harus mengoptimalkan kemampuanku. Yaitu menulis dan menulis. Apalah diriku, dengan keunikanku.. :’) belajar dan belajar di bumi ini. Bumi Allah.. Yap, aku sekarang mulai konsentrasi pada kemampuanku seutuhnya. Manusia memang tidak ada yang sempurna, pasti ada kekurangannya :’) #jadi, jangan bersedih hati 

Rabu, 24 September 2014

Family :)




I Love Them. Never ending for love
I Miss You all :')

C I N T A

CINTA… kita memang takkan lepas dari cinta. Cinta tidak berbentuk, tidak pula terhitung. Cinta adalah sebuah rasa, ya.. rasa. Tak aneh bukan? Di dunia ini pasti sudah merasakan cinta, kasih sayang, dan balutan rasa lainnya. Tentu saja yang namanya cinta bukan hanya pada seseorang yang beda jenis, tapi  seorang ibu dan sahabat pun pantas dikatakan cinta. Allah saja pasti mencintai hamba-Nya, apapun latar belakangnya hamba itu, tak akan membeda-bedakan makhluk-Nya. Allah menciptakan rasa cinta itu sungguh hebat. Mengapa kita dapat merasakan seperti ini? Dapat merasakan suka terhadap seseorang? Karena Allah tanamkan rasa cinta kepada dirinya.

Yang aku rasakan saat ini adalah rasa yang tak dimengerti olehku. Rasa itu tiba-tiba ada di benakku, melahirkan keyaninan alami dari kejadian-kejadian yang menghampiriku. Walaupun aku sering terdiam, tak banyak bicara menceritakan ini itu pada dunia, namun semakin tumbuh rasa pada salah satu insan di dunia ini. Apakah dunia ini mendukung? Terlalu cepat rasanya kalau aku diseriusi oleh seorang lelaki. Aku yaaa sebenarnya masih ingin beraktivtas seperti teman yang lain, tapi ada rasa yang mengganjal pula pada diriku, aku tak mau perlahan membatasi pertemanan atau keakraban dengan orang lain, khususnya laki-laki. Tapi memang, kita adalah manusia yang lemah, gampang menyukai sesuatu hal yang menurut kita menarik. Jika kita dekat dengan laki-laki, meskipun awalnya tak ada rasa, namun keadaan yang mengharuskan berinteraksi dengan dirinya, maka akan ada sedikit rasa untuknya. Ini sekedar contoh saja, dan ini memang banyak yang dirasakan oleh setiap manusia.


Agar hal tersebut tidak terjadi secara terus menerus, maka kita butuh sosok pendamping hidup. Ya, walaupun aku masih terlalu muda untuk membahas tentang ini, tapi ini menjadi kajian yang menarik bagiku. Apakah aku pantas membicarakan soal ini? Agar kita tetap terjaga, maka diharuskan mempunyai teman sejati. Caranya, tidak sesulit yang dibayangkan kok, tinggal dari diri kita yang ingin terus memperbaiki diri. Maka jodoh pun akan mengikuti ke mana dia pergi dan ke mana dia hinggap. Tentunya tak lepas dari doa. Ya doa, itu adalah cara yang paling ampuh dari semua tindakan yang menyertainya.  Semoga aku dapat menyelesaikan persoalan pada hidup ini, tentunya tentang cinta.. Semoga Allah memberikan yang terbaik untukku dan menanamkan cinta yang tepat  J Aamiin.  

Senin, 22 September 2014

Semester III

Assalamualaikum Blog-ku, sudah lama aku tak bersua lagi di sini.. Maafkan aku, kesibukanku di perkuliahan ini insyaAllah takkan lupa padamu dan pasti mempunyai cerita di setiap episode kehidupan ini.. Yap,  lanjut pada awal cerita. Sebenarnya aku masih ada tugas, setiap minggu malah. Tapi syukurku, aku tak sendiri di dunia ini. Banyak teman yang menginspirasiku tiap hari, entah itu kejadian kecil sampai kejadian yang WAH :D Aku semakin berpikir, harus pke quote ‘belajar jangan tertinggal’. Meskipun semester 3 ini aku lebih santai dari semester sebelumnya. Namun, memang banyak hikmah yang dapat kuambil di semester ini. Salah satunya, Alhamdulillah sudah satu tahun aku menikmati masa kuliah BK ini. Suka dan duka tentang apa yang aku rasakan sekarang, mungkin akan berdampak di kemudian hari. Karena ini menyangkut masa depanku.

Aku paling suka action, daripada hanya sebatas omongan belaka. Ya walaupun aku akui bahwa aku kurang bisa berbicara di depan umum, tapi aku mempunyai kemampuan yang lain (be ur self aja, tetap PEDE) :D Aku mencoba untuk berpikir positif pada diri dan lingkunganku. Ya, aku sangat menikmati dan senang berteman dengan teman-teman sekelasku. Dosen yang sering menginspirasi agar kita tetap menjadi konselor yang rendah hati kepada siapapun. Dan yang aku suka, jurusan ini sangat tepat untukku karena banyak ilmu-ilmu tarbiyah diri, pengingat, dan memotivasi mahasiswa agar menjadi pribadi yang baik dan benar sebelum menjadi konselor. Menata hati itu memang butuh perjuangan, namun konselor bukanlah manusia yang sempurna, tetap seutuhnya.


Learn to learn, ini adalah salah satu prinsip dasar mata kuliah Andragogi. Bahwa kita belajar yaaa untuk belajar juga. Tidak ada yang merasa sudah paling tinggi. Walaupun kita sudah di atas, tetaplah rendah hati dan menjadi pimpinan yang baik. Pemimpin diri yang mempunyai jiwa pembelajar, haus akan ilmu. Itulah learn to learn. pembelajar sejati sampai akhir hayat, Aamiin.. InsyaAllah :’))

Kamis, 07 Agustus 2014

Datang dan Pergi

Terlepas dari datang dan pergi.. begitu juga hidup ini, pergantian waktu yang selalu mengharukan sekaligus terdapat kegelisahan membuat hati ini sulit untuk berlabuh pada kenyataan yang berbeda.. menerima takdir ini, ya menerima itu tidak lah segampang yang orang pikirkan, sungguh harus dibuktikan dengan keikhlasan dan meyakini bahwa semua itu ada waktunya dan akan baik-baik saja. tak perlu disesali kegelisahan terjadi, ini adalah perputaran kehidupan.. ya, namanya datang dan pergi.. 

Memanglah hidup ini bukan sesuatu yang bisa kita pegang selamanya, bumbu kehidupan ini setelah datang ada kesenangan, setelah pergi terjadi kesedihan, bisa jadi hidup ini kembali indah ketika sesuatu yang datang itu lebih indah dari sesuatu yang pergi. Kadang, kita pernah menyimpulkan dunia ini hampa, dunia ini penuh dengan kenangan, dirasakan oleh orang yang sederhana-sederhana saja sampai orang kaya pun merasakannya. mungkin, kita belum menyadari adanya karunia yang Allah berikan pada kehidupan kita, hanya belum menyadari. apabila kita renungi, datang dan pergi itu adalah bagian rencana Allah. begitu pula kesedihan yang tak terobati, obat kesedihan itu bukannya kita harus berdiam diri, mempenjarakan diri, obat kesedihan itu menerima datang dan perginya sesuatu. dan yakinlah, rencana Allah pasti indah.. Dia akan menggantikan sesuatu yang pahit dengan yang lebih manis :)  

Hakikat datang dan pergi ini, kata yang mudah, namun di dalamnya banyak gejolak-gejolak rasa yang memasukkan kita, yaitu kesenangan dan kegalauan pada akhirnya. Kita harus menyadari, sesuatu yang pergi *belum selamanya pergi* akan datang kembali, waktu yang akan menyingkap rahasia itu.

Yang aku rasakan,
Kepada kakakku satu-satunya, Himmatushifa.
Long last with your husband <3

Minggu, 13 Juli 2014

Bersama-Mu, Yaa Rabb..

Ya Allah.. hari demi hari kunikmati hidup ini.. rasa sakit pun aku rasakan dengan adanya penyesalan dan tak ada upaya lagi apa yang harus kulakukan..
Yaa Rabb, sungguh lemah diriku ini.. membutuhkan kasih sayang-Mu seperti dulu.. menjagaku dari hal hal yang keji.. hampir kelabilanku yang diusia remaja akhir ini, ingin kumengakhiri dengan rasa haru, bahagia, dan mempunyai pelajaran untuk ke depannya..

Pengalamanku sungguh bercampur aduk, dari hal yang menyayat hati, sampai kebahagiaan seiring berganti dalam roda kehidupan..
Apakah aku tak sadar? dibalik itu semua ada yang melihatku, gerak-gerik apa yang aku lakukan pun Dia tahu, Tuhanku.. Tuhanku..
Rasa pekaku semakin menipis, karena kesibukan dunia.. aku tak mau ini terulang kembali, Yaa Rabb.. ampuni hamba..

Selama kuliah pun, aku sibuk dengan tugas-tugas yang kuselesaikan dengan cermat, tapi apalah arti sebuah mengejar nilai jika proses itu kurang adanya bersyukur..
Ingin kumulai dengan 0 lagi pada masa kuliah ini, awal semester 3 yang akan datang..
Semoga aku tetap berada di jalan-Mu.. Mengulang hari-hari yang indah bersama-Mu..

Jumat, 13 Juni 2014

Satu Ukhuwah dalam Kebersamaan Menggenggam Asa


            Kebersamaan memiliki daya tarik motivasi untuk membangun peradaban. Tak jauh dengan rasa keserasian terhadap dunia kampus. Ya, dalam lingkungan mahasiswa Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dipelajari bahwa kita adalah makhluk sosial. Jurusan ini yang terdapat di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia menyadari adanya kebersamaan dalam satu keluarga ini dan membina diri agar menjadi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam prestasi, namun dengan matang secara emosional dan spiritual.  Aku bangga berada di sini, diajarkan untuk membina keluarga mahasiswa. Merasakan betapa indahnya melangkah bersama untuk menggapai mimpi-mimpi. Aku bersyukur berada di sini, mengenal teman-teman yang akan kujadikan keluarga keduaku. Terlihat kepekaannya dalam menjalin sebuah hubungan baru. Meskipun aku baru memasuki lingkungan yang baru, teman yang baru, budayanya pun baru. Menanamkan nilai-nilai kesopanan dalam bertutur kata, berperilaku,  bertoleransi, berkontribusi, dan kasih sayang yang mungkin tidak dimiliki oleh jurusan lain.
            Pada awal perkuliahan, dimulai dari kelasku yang notabene paling heboh, tapi aku betah berada didekat mereka dan merasa nyaman. Mahasiswa angkatan 2013 yang dijuluki angkatan terkompak dari peralatan ospek sampai kolektif buku, name tag, dan lain-lain. Memang lucu, namun ada kalanya hidup ini tak selamanya lurus dan serius. Hubungan ini mendekatkan kita pada kakak tingkat. Memang betul, hidup diperkuliahan itu jangan merasa sendiri. Di sini kita saling berbagi, membantu, dan mengasihi satu sama lain. Sungguh, tak ada yang membedakan kita dari suku mana pun dan agama apapun, semuanya bersatu. Menjadi keluarga yang selalu berkontribusi dalam kebersamaan di lingkungan ini. Menciptakan generasi yang unggul dan terdepan dalam keakraban keluarga mahasiswa. Mengemban amanah dalam menjalankan tugas sebagai “Mahasiswa”.
            Aku cinta keluarga ini. Para dosen yang senantiasa mengerti keadaan peserta didiknya, memberikan dorongan untuk lebih bersemangat lagi dalam menjalani kehidupan. Memberikan tatapan lembut dan menjadikan teladan untuk peserta didiknya. Bagiku, ini adalah sebuah keluarga yang sangat rukun. Aku mencintai mereka, seutuhnya. Semoga ukhuwah ini selalu terjalin sampai akhir hayat dan memberikan warna terindah bagi sesamanya. Asa mereka adalah asaku juga. Dapat bermuhasabah diri melalui mereka.  


Created by: Shofiyatunnisa, PPB A   

Pendekatan, Strategi, dan Teknik Bimbingan

        A. Pendekatan Bimbingan
1.      Pendekatan Krisis
            Pendekatan krisis adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Dalam pendekatan krisis ini, konselor menunggu klien yang datang, selanjutnya mereka memberikan bantuan sesuai dengan masalah yang dirasakan klien. Pendekatan ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikoanalisis. Psikoanalisis terpusat pada pengaruh masa lampau sebagai suatu hal yang menentukan bagi berfungsinya kepribadian pada masa kini.
2.      Pendekatan Remedial
            Pendekatan remedial adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan. Dalam pendekatan ini konselor memfokuskan pada kelemahan-kelemahan individu yang selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya. Pendekatan ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikologi behavioristik. Ini menekankan pada perilaku klien di sini dan saat ini.
3.      Pendekatan Preventif
            Pendekatan preventif adalah upaya bimbingan yang diarahkan untuk mengantisipasi masalah-masalah umum individu dan mencoba mencegah jangan sampai terjadi masalah tersebut pada individu. Pendekatan ini tidak didasari oleh teori tertentu yang khusus. Pendekatannya dapat dikatakan mempunyai banyak teknik terapi, tetapi hanya sedikit konsep.
4.      Pendekatan Perkembangan
            Pengembangan, karena titik sentral tujuan bimbingan dan konseling adalah perkembangan optimal dan strategi upaya pokoknya adalah memberikan kemudahan perkembangan bagi individu melalui perekayasaan lingkungan perkembangan. Teknik yang digunakan dalam bimbingan dan konseling perkembangan adalah pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial, dan konseling.


       B. Strategi Konseling
1.      Konseling sebagai Profesi Bantuan
            Konseling adalah profesi bantuan. Profesi bantuan ini terdiri atas kumpulan profesional. Tiap-tiap profesional menyesuaiakan dengan kebutuhan khusus pribadi atau masyarakat. Beberapa profesi bantuan diidentifikasikan sebagia profesional bantuan, seperti psikiater, psikolog, konselor profesional, ahli terapi keluarga dan perkawinan, dan pekerja sosial.
            Proses bantuan ini,  mempunyai beberapa dimensi yang masing-masing memberikan kontribusi terhadap definisi bantuan. Dimensi pertama adalah kondisi-kondisi yang mendasari bantuan. Dimensi kedua adalah prakondisi yang mengarahkan klien mencari bantuan dan konselor memberikan bantuan. Dimensi ketiga adalah hasil dari ingteraksi di antara dua orang pribadi.
2.      Hubungan Bantuan (Konseling)
            Keberhasilan dalam konseling banyak ditentukan oleh kualitas hubungan. Rogers mengatakan bahwa dalam hubungan bantuan terhadap kondisi-kondisi penting untuk terjadinya perubahan kepribadian yang positif. Kondisi tersebut mengarah pada karakteristik hubungan antarpribadi yang konstruktif. Kondisi tersebut yaitu, empati yang tepat, penghargaan positif tanpa syarat, dan keaslian.
            Pengungkapan diri mengenai perasaan, ide, pemikiran, dan pengalaman konselor itu penting agar klien memahami bahwa konselor juga manusia, tidak saja berperan sebagai konselor. Pengungkapan diri ini hendaknya dilakukan secara tepat, yaitu:
a.       Pengungkapan diri tentang masalah-masalah konselor sendiri;
b.      Pengungkapan diri tentang fakta-fakta peran konselor;
c.       Pengungkapan diri tentang reaksi-reaksi terhadap klien;
d.      Pengungkapan diri tentang reaksi-reaksi konselor terhadap hubungan antara konselor dan klien.
3.      Attending terhadap Klien
            Konselor harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang diperlakukan dalam konseling. Attending terhadap klien adalah lkemampuan mendengarkan secara aktif dan penuh perhatian terhadap klien.
            Perhatian itu dikomunikasikan terutama melalui tiga saluran, yaitu:
a.       Ekspresi muka;
b.      Posisi dan gerakan tubuh;
c.       Respons verbal
            Cara-cara komunikasi tersebut merupakan tanda untuk klien mengenai tingkat penerimaan, persetujuan, penolakan, atau pengabaian yang dihubungkan dengan perilaku penguatan.  
4.      Pemahaman Pola-pola Komunikasi
Ada beberapa pola komunikasi dalam konseling. Sebagian mengambil pola komunikasi bentuk ritual, sementara yang lain mengambil pola komunikasi responsif atau interaktif. Pola komunikasi bentuk ritual ditunjukkan dengan perilaku rutin yang ditunjukkan oleh konselor atau klien. Sementara pola komunikasi bentuk responsif ditunjukkan dengan negosiasi-negosiasi antara konselor dengan klien dan bermaksud untuk menyelesaikan beberapa permasalahan.
5.      Pengelolaan Kegiatan Konseling
            Banyak konselor dan klien mengalami kesulitan dalam memulai dan mengakhiri kegiatan konseling. Apakah mereka itu memulai dan mengakhiri wawancara konseling atau memulai dan mengakhiri hubungan konseling.

     C. Teknik Bimbingan
          1. Konseling
            Konseling merupakan bantuan yang bersifat terapeutik yang diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku individu. Konesling dilaksanakan melalui wawancara langsung dengan individu. Konseling ini ditujukan kepada individu yang normal, bukan yang mengalami kesulitan kejiwaan, melainkan hanya mengalami kesulitan dan penyesuaian diri dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial bermasyarakat.
           2. Nasihat
            Nasihat merupakan salah satu teknik bimbingan yang dapat diberikan oleh konselor ataupun pembimbing. Pemberi nasihat hendaknya memerhatikan hal-hal tersebut.
a.       Berdasarkan masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh klien
b.      Diawali dengan menghimpun data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi
c.   Nasihat yang diberikan bersifat alternatif yang dapat dipilih oleh individu, disertai      kemungkinan keberhasilan dan kegagalan.
d.      Penentuan keputusan diserahkan kepada individu, alternatif mana yang akan diambil
e.      Hendaknya individu mau dan mampu mempertanggungjawabkan
          3. Bimbingan Kelompok
            Bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Ini dapat berupa penyampaian informasi atau aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaa, pribadi, dan sosial.
            Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam tiga kelompok, yaitu kelompok kecil (2-6 orang), kelompok sedang (7-12 orang), dan kelompok besar (13-20 orang) ataupun kelas (20-40 orang). Aktivitas kelompok diarahkan untuk memperbaiki dan mengembangkan pemahaman diri dan lingkungan, penyesuaian diri, dan pengembangan diri.
     4. Konseling Kelompok
            Konseling kelompok merupakan bantuan kepada individu dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan, serta diarahkan pada pemberian kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Setiap individu dalam konseling kelompok menggunakan interaksi kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan pemerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu untuk mempelajari atau menghilangkan sikap dan perilaku yang tidak tepat.
      5. Belajar Bernuansa Bimbingan
            Secara umum, bimbingan yang dapat diberikan guru atau dosen sambil mengajar adalah mengenal dan memahami individu secara mendalam, memberikan perlakuan dengan memerhatikan perbedaan individual, memperlakukan individu secara manusiawi, dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.

Daftar Pustaka


Yusuf, Syamsu, L.N.(2005).Landasan Bimbingan dan Konseling.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.