1. Selalu perbaiki cara komunikasi, selalu konfirmasi apakah pasangan sudah mendengar apa yang disampaikan. Jika ingin istirahat atau meminta tolong, komunikasikanlah.
2. Menjadi diri sendiri sesuai dengan porsinya. Tidak takut akan kelemahan dan tidak terlalu bangga akan kelebihan.
3. Tidak mengapa kita disalahpahami orang lain, toh itu di luar kendali kita. Justru saling menguatkan saja. Ubah respons kita menjadi terhubung dengan Sang Pencipta.
4. Open minded. Mengenal berbagai macam karakter. Dari Sabang sampai Merauke, karakter bahasa, suku, kebiasaan semuanya berbeda. Lalu menerima perbedaan sampai tidak dimasukkan ke dalam hati.
5. Melatih empati dengan kadar yang sesuai. Kurang empati ya jangan sampai, tinggi empati juga kadang menyesakkan, sehingga mengorbankan diri sendiri juga menjadi madhorot. Jadi, secukupnya saja. Hargai perkembangan sekecil apapun.
6. Dzikir penenang jiwa. Terlepas ujian atau goncangan hati, solusinya ada di dalam Al Quran, tilawah dan tilawah. Jika belum sempat, maknai sesuatu yang di Istighfari (melihat anak sangat aktif sampai capek bathin) itu adalah sebuah amal berdzikir mengingat Allah. Lebih baik sambil berbaik sangka dan berdoa yang baik-baik. Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illAllah sambil melihat hal-hal yang tidak enak. Yakin kalau kita diuji agar menaikkan derajat kita di sisi Allah.
7. Validasi perasaan, lalu mengakui kesalahan, mau berubah, setelah itu bangkit lagi.
8. Pilih prioritas dahulu agar bisa fokus (apalagi kalau kita memiliki anxiety).
9. Jalani saat ini dengan sadar dan mindfulness, yakin sesuatu yang terjadi itu atas izin-Nya, dan akan terlewati.
10. Perbaiki niat. Sedikit atau banyaknya aktivitas, niatkan semoga berkah. Berkah dalam ke segala arah, bukannya kita banyakin kegiatan malah menjadi tidak karuan karena kelelahan, sehingga anak menjadi korban kemarahan kita.
11. Sesuatu yang tak bisa diubah, biarkan Allah yang mengurusnya (tentunya dibarengi dengan ikhtiar).
12. Yakinlah rencana Allah lebih indah.
13. The power of Doa orang tua. Saling mengabari, menanyakan kabar (kalau jauh), dan minta doa.
14. Kelola emosi. Emosi bukan hanya emosi marah, kelola emosi sedih sehingga tidak terlalu dalam, senang juga jangan sampai terlalu dalam sehingga kita lupa akan kasih sayang-Nya.
15. Meyakini diri tidak sempurna, makanya butuh solusi dan masukan-masukan.
=> Menulis ini bukan berarti kita lebih baik dari pasangan atau orang lain, kami masih belajar ^_^



Tidak ada komentar:
Posting Komentar