Jumat, 27 Desember 2013

Ujian Ini....

Ujian ini tak sepahit yang aku bayangkan…
Ujian ini.. mendewasakanku dalam berbuat sesuatu, untuk lebih sabar lagi, dan bisa jadi Allah menegurku untuk beribadah lebih banyak lagi.. Yaa Rabb, ujian-Mu sangat manis.. Walaupun hati cemas, tangisan membara, ingin mengetahui maksud di balik ujian itu.. Alangkah indaahnya dunia ini, kebahagiaan sebanding dengan kesedihan. Aku tak mau terpuruk lebih dalam. Biarkan ujian selalu ada, untuk memberikan kesan yang berharga.

Setiap aku temui, jalan ini menuju keelokan kasih sayang-Mu.. Tanpa disadari, kuselalu mengeluh.. Diri yang tak bisa bertahan begitu lama, Engkau yang memperkuat diri ini sampai detik ini. Engkau yang selalu memberiku kesempatan berulang kali agar aku lebih mengingat-Mu dan lebih kuat untuk menjalani hidup ini.. Begitu rapuhnya aku, namun Engkau kokohkan bathinku hingga saat ini. Nikmat-Mu yang tak bisa terhitung, waktu yang tak bisa diulang, kebahagiaan tak bisa tergantikan oleh uang. Diri ini yang butuh bimbingan dari-Mu..

Kelemah-lembutan-Mu membuatku merasakan ujian ini adalah agar aku lebih bersabar lagi, lebih tegar lagi.. logika pun kadang aku pergunakan, tapi perasaan menghujamku untuk lebih menjadi orang yang perasa.. teringat dulu, aku selalu merasakan kejadian apapun yang aku temukan, bahkan membuatku menangis sekalipun. Entah itu bentakkan orang, perhatian orang.. dibalik itu, sekian lama aku merasakannya, aku semakin kuat jika ada orang yang membentakku, meskipun terkadang aku masih merasakan betapa sakitnya dibentak itu. Ingin kujalani dengan tegar.. membawaku dalam kedamaian, kelembutan jiwa..    

Suatu hari, ketika aku dirundung duka bahwa pembayaranku tidak tertera pada web resmi UPI  tersebut, awalnya aku gelisah, sangat gelisah beberapa hari.. 

dan akhirnya aku dan Bapakku pergi ke tempat tujuan untuk mengurus data diri.. Sempat kuterisak, hatiku melemah waktu itu, takut tidak diterima. Namun, takdir Allah berkata bahwa aku memang ditakdirkan di Bandung dan masih bisa memperjuangkan hak-ku untuk diterima. Perjuangan itu, yang aku rasakan.. sungguh menyentuh hati ini, ketika seorang ayah yang ingin memperjuangkan hak anaknya, sampai mengurusi ini itu.. bahkan rela untuk cuti kerja demi menemaniku pergi ke Bandung..

Dan kejadian akhir-akhir ini, dengan tidak ada NIM-ku pada penilaian tutorial, aku diuji kembali. Bagaimana cara untuk menenangkan hati, sehingga aku lebih bisa bersabar.. aku mencoba untuk menghubungi pihak tutorial sana-sini, dan insyaAllah pada akhirnya akan segera diuruskan lagi. Luluskanlah Yaa Rabb.. semoga aku dikuatkan dan tenang untuk menunggu dan  menjalaninya.. dan ujian yang akan datang, apakah aku siap? Dengan meyakini adanya pertolongan Allah, insyaAllah aku siap! :) 



Source image: Kartun Muslimah

Rabu, 27 November 2013

Pertengahan Tingkat Satu :D

Kata-kata yang berada di blog-ku itu, semuanya pada kata-kata santai kok.. Tak ada yang susah dan jika memang susah, mungkin aku susah ditebak *eh. Secara informal dalam berbahasa, namun harus sopan. Itulah etika yang berlaku di kehidupan ini. :D

Hei, UTS pun Alhamdulillah sudah berlalu.. tinggal mantapkan diri, jiwa, dan pikiran untuk UAS mendatang. Lho? Apakah semester 1 ini akan berakhir? Sungguh, sangat tak terasa. Sudah berapa bulan kah aku berada di Bandung ini? Kadang aku pernah homesick sih.. tapi aku alihkan pada kegiatan yang positif saja. Toh, tak ada ruginya jika kegiatan itu berguna untukku. Walaupun ada amanah baru yang harus kukerjakan, insyaAllah aku akan belajar dan terus belajar membagi waktu.

Duh.. memang rada susah sih memanage waktu itu. Dan kita bergulat dengan suatu prioritas yang harus diambil. Tidak mudah bukan? Jika semuanya termasuk penting dan sangat darurat, apa yang harus kulakukan? Ya, dengan cara ini semoga aku bisa lebih bisa menentukan pilihan mana yang terbaik dan harus kuemban amanah itu. Aamiin.

Bentar lagi semester 2. Apakah ini mimpi? Perasaan baru saja kemarin wisuda dengan teman SMA, sekarang sudah beranjak ke waktu-waktu semester 2. Semoga aku dimudahkan dalam mengerjakan UAS, sehingga mendapat hasil yang memuaskan dan yang terbaik. Ya tentu, dibalik itu terdapat doa orang tua dan ikhtiar belajar untuk itu. Namun kita luruskan niat yuk, karena Allah ^_^.


Sebenarnya ini banyak tugas yang harus diselesaikan. Tapi, mampir dulu dan ngetik-ngetik di blog ini hihi. Dan kapan yah aku mulai menulis yang panjaaaang banget *sebut saja novel* kepingin jadi penulis T.T , kalau ada waktu deh yaa J dan bisa fokus menulis setelah kuliah.. (waw masih lama) baru juga tingkat pertama udah mimpi loncat ke tingkat akhir haha. Selamat beraktivitas kawan ^_^

Minggu, 03 November 2013

'3' November 2013

Hari ini adalah salah satu hari yang spesial dalam hidupku. Bertemunya dengan sang penulis. Pipit Senja, ya sebut saja nama pena itu. Aku mengikuti kajian Muslimah yang diadakan setiap hari Ahad di Masjid Daarut Tauhid Bandung bersama teh Ninih pada pukul 13.00 (promosi) hehe. Hari ini, teh Pipit Senja (sudah menjadi ibu-ibu sebenarnya) menjadi tamu dalam acara tersebut. Beliau sudah menerbitkan lebih dari 100 buku. Indah bukan? ^_^, beliau menceritakan kisah hidupnya yang mengharukan. Bagaimana memperjuangkan hidup yang hanya bermodalkan tulisan yang beliau ciptakan. Dan sampai sekarang pun, beliau tetap asyik menulis dan sudah dikenal banyak orang di Indonesia. Karena komitmennya, kesabarannya, kegigihannya, semua itu dilakukan dengan baik. Selagi Allah selalu ada di samping kita, keberadaan-Nya yang sangat dekat. Motivasinya yang selalu mengutamakan Allah. :’). Seorang muslimah, bukan hanya mengurus rumah tangga saja, tetapi menjadikan peluang itu sarana untuk tetap bisa berkarya. Menjadi perempuan yang hebat. Bermanfaat bagi sesama, merasa senang bukan? Dan tak lupa teh Ninih yang selalu mengingatkan kita untuk menjaga diri, pikiran, dan hati kita dari hal-hal yang negatif. Lalu, penulis tersebut memberikan email dan nomor ponselnya kepada kita. Jika ingin mengeksplor karyanya boleh di kirimkan. (senangnya aku tiada tara >.< *lebay*). Aku ingin mencoba mengirimkan karyaku, tapi agak ragu juga. Hehe. Pokoknya hari ini aku sangat senang. Di tengah tugas-tugasku yang lumayan banyak, aku merasa tenang. Terima kasih Ya Allah :’) Engkau segalanya Pemberi hikmah.
            Selama acara berjalan, aku mendapat sms dari Murrobiah baru. Pementor Liqoo baru, kebetulan aku belum kenal. Ternyata beliau ingin bertemu, kami bertemu di depan SMM DT. Namun, teman-teman yang lain tidak bisa hadir mentoring karena masanya libur Muharram-an. Akhirnya kami berkenalan. Namanya teh Imas, alumni UPI juga. Lulusan 2011, dari jurusan Bahasa Arab (hebat kan? >.<) beliau berbagi kisah juga. Dan kisah yang mengharukan itu, beliau menikah saat tingkat 4, belum lulus tentunya. Subhanallah banget yah T.T, dan beliau menjalankan studinya selama 5 tahun. Beliau sekarang memegang 9 mahasiswi UPI untuk menjalankan mentoring. Dan yang tak di sangka pula, aku dan teh Imas (pementor) mempunyai tanggal ulang tahun yang sama. 3 Mei >.<, pastinya tahun berbeda. Hehe. Senangnya bertemu beliau, sudah mempunyai anak yang lucu. Semoga ukhuwah ini bisa terjalin dengan kasih sayang. Dan aku tak lupa teh Mela, pementor Liqoo pada waktu aku masih sekolah. Terima kasih atas bimbingannya, teh Mela :’). Semoga jarak tak memisahkan hati kita ya teh Mel.. Di sini aku mendapat pementor baru. Orangnya ramah, murah senyum, dan menenangkan. Dan semoga kami menjalin silaturrahim menjadi keluarga yang utuh, mendapat bimbingan yang baik, dan apapun di dalam forum mentoring ini.

            Aku dapatkan hikmah ini, hikmah yang betul-betul mengesankan sekaligus menyenangkan. Saat aku sedang tak kumpul bersama orang tua dan keluarga besar lainnya di Indramayu. Namun, ketika sore hari.. Orang tuaku menelpon. Mengobrol ria dengan saudara di sana. Sungguh senangnya bisa berbicara dengan mereka. Rinduku yang mendorongku untuk terus maju menggapai kesuksesan. Mendapatkan doa dari mereka. Terharu. Dan pesan unik dari wawa Jenah adalah ‘jangan mikirin cowok’. Hihi. Sudahlah.. Jodoh itu ada di dekat kita, bisa saja jaraknya masih jauh dengan kita. Tapi, jodoh pasti bertemu, di mana pun dia berada :’). Mending sekarang yuuuk memperbaiki diri yang belum pantas untuk mendapatkan yang baik. Maka dari itu, kenali diri dan perbaiki diri, karena jodoh adalah cerminan diri kita. Sekian dan terima kasih ^_^

Kamis, 31 Oktober 2013

Meretas Mimpi

 Hidup ini, memang tak lepas ada hukum aksi-reaksi. Mengingat ketika masa akhir SMP, aku pun sempat termenung. Aku lelah seperti ini, aku tak mau lagi hingga aku dapat yang terbaik. Kurang lebih aku mengucapkan seperti itu. Dalamnya aku bertekad, walaupun pada awal SMA memang sangat banyak godaan dan cobaan untuk terus menahan prinsip itu. Aku belajar mempertahankan prinsipku, aku belajar menghargai kehidupan, aku belajar menjadi pribadi yang lebih baik, dan aku ingin selalu belajar dalam keadaan apapun.

Syukurku pada-Nya telah melindungiku dari godaan itu. Hingga tiba saatnya aku untuk beranjak yang lebih menantang, yaitu kehidupan perkuliahan. Masa yang berakhir dengan keseriusan, masa yang menjadikan mutlak dewasa atau tidak, masa yang benar-benar harus menjalin ukhuwah dan selalu bermunajat pada-Nya.


Ada saatnya ketika aku sudah siap untuk berbagi kehidupan. Aku yakin, pasanganku kelak adalah cerminan diriku sendiri. Apakah dia adalah pasanganku kelak? Yang berada di sekelilingku? Apakah aku sudah menemukannya? Untuk sekarang memang belum menemukannya. Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, itulah slogan yang selalu kuingat. Terus perbaiki diri sampai kapanpun. Bahwa Dia sedang mempersiapkan seseorang yang terbaik untukku. 


Sabtu, 05 Oktober 2013

Dear My Blog...

Hari ini aku mulai sakit flu, semoga sakit ini adalah penawar dosaku selama ini, Aamiin.. Ya, teman-teman bilang diriku sedang kecapean. Butuh istirahat extra, namun Alhamdulillah selama sebulan terakhir ini, aku diberi kekuatan. Keuatan bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Ya meskipun ‘agak’ kaget yang tugasnya benar-benar tak gampang dan sesering itu. Taukah? Dengan belajar Psikologi ini, pikiran dan hatiku semakin terbuka tentang kehidupan. Manusia yang hanya bisa dideteksi oleh fisik, ternyata bagian dalam (jiwa) lebih hebat lagi. Ketika alam bawah sadar kita bereaksi. Mungkin kita tak pernah sadar, hal kecilpun kita kadang tidak menyadari bahwa itu adalah insting atau perilaku yang sebenarnya. Pokoknya, asyik banget belajar Psikologi itu. Apalagi Mental Hygiene, sangat erat dengan agama.

Hey, minggu depan libur Idul Adha, semoga aku bisa pulang. Bertemu dengan keluarga yang sangat kurindukan sebulan ini. (ma’lum masih mahasiswi baru). Dan sangat rindu pada makanan Tasik :’) 

Yaa Rabb.. aku ini lemah, maka kuatkan aku dengan kasih-Mu.. Berikan jalan terbaik apapun jalan yang aku tempuh.. Lindungi di setiap gerak-gerik nafasku, tegur dan ingatkanlah aku di mana aku lupa pada-Mu, Yaa Rabb.. Peluk aku dalam cinta-Mu walaupun hina. Berilah rasa empati kepada semua insan, berilah kelemah lembutan yang ada pada-Mu.. Allahumma Aamiin :’)



miss you mam... :')

Rabu, 25 September 2013

Ilmu Nyata

Manusia mempunyai refleksi dalam diri. Ketika sadar dan tidak sadar. Sekiranya Allah tidak menganugerahkan adanya refleksi pada manusia, maka tak ada kehidupan bagi atau semua manusia akan jatuh pada kesakitan jika dibiarkan. Tergantung situasi dan kondisi. Kita mempelajari Psikologi karena ingin memahami orang lain atau siswa dan bisa memahami diri sendiri. Karena ia tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Calon konselor harus bisa memahami klien dengan cara pendekatan psikologi. Tingkah laku seseorang yang dapat dipelajari, namun jiwa tak bisa dipelajari. Mengapa? Karena jiwa hanya bisa dirasakan, tidak bisa diukur, dan tidak mempunyai bentuk. Masalah jiwa adalah masalah pribadi manusia yang hanya diketahui oleh Pemilik jiwa, yaitu Allah swt. Dia merancang segala bentuk manusia. Dan Dia hadirkan hati yang suci, yaitu ketika manusia memulai adanya nafas kehidupan, dari alam rahim seorang ibu.

Dalam teori-teori tertentu, kita harus terpesona akan teori itu. Dan psikologi mempunyai teori dan pandangan tersendiri yang bersifat ilmu pasti atau ilmu nyata. Karena psikologi ada di sekitar kehidupan kita. Aristoteles bertanya kepada Plato, “Apakah saya ada?”, maka Plato menjawab bahwa Aristoteles ketika sedang berpikir dan mempunyai refleks, itu artinya ada. Dapat disimpulkan, “saya” pasti ada ketika dia mampu berpikir dan mempunyai rangsangan yang cepat terhadap sesuatu. 

Minggu, 22 September 2013

Pagi Hari...

Semangat pagi! Alhamdulillah diriku masih terbangun dalam kehidupan dunia. Manfaatkan hari ini untuk memberikan yang terbaik pada alam ^_^. Ternyata, hidup di kosan itu tidak jauh dengan yang di rumah, bedanya yaa di rumah sendiri ada orang tua yang mengawasi :). Tapi sekarang, aku hidup sendiri. Perlu adanya pemahaman diri dan harus berada di lingkungan yang baik. 
Sungguh memang unik hidup ini, cara mendewasakan diri yang tiada akhir akan berjalan. Menghadapi persoalan ketika kuliah, bahkan nanti pada saat hidup bermasyarakat dan berkeluarga. Dukungan yang sangat jelas, dosen-dosen yang menyemangati bahwa hidup ini jika tak ada kegagalan, maka tak ada pula kemenangan. 
Kesempatan menulis blog ini, setelah mengerjakan tugas yang lumayan banyak (karena masih mahasiswa baru). Sedikit-sedikit mengintip blog sebentar, dan akhirnya ingin menuliskan banyak cerita. Namun, waktu yang tak pernah berhenti, aku sedang dikejar waktu. Siang ini harus pergi ke Kampus! :D 

Daaaan... nantikan kisah-kisah yang akan dipersembahkan untuk blog ini ^_^ see u later ^.



Jumat, 09 Agustus 2013

Halal Bi Halal

Assalamu'alaikum blogku, setelah sekian lama aku amati hidup ini, ternyata yang membuat kita rapuh itu diri kita sendiri. Pikiran negatif yang terus menghampiri diri, bergelimang dalam pikiran.. ya walaupun aku keseringan diam, tapi belum begitu baik juga berdiam diri terus-terusan. Ada kalanya kita bahagia bersama orang lain ^_^ Ya, sama saja. Mereka adalah manusia yang butuh diperhatikan juga. *manusia, bahasanya asa gimanaa gitu* hehe..

Hari ini, saatnya Halal Bi Halal bersama keluarga besar alm. H. Eman, hiks.. kangen sekali. ingat perjuangan Aki pada masa lalu. Yaa aku sih baru menginjak usia TK. Jadi belum bisa membawa makna hehe. Aku juga hari ini sekaligus mau pamit. Ceritanya mau pindahan ke Bandung hihi. Bulan ini, sedih bercampur senang, sedih karena Ramadhan sudah terlewati. Lalu akan berpisah dengan kerabat Tasik. *tak lupa kuliner Tasik* huaaa T.T


Minggu, 04 Agustus 2013

Awal Kuliah

Dari beberapa minggu yang lalu, aku baru menulis. Rasanya kangeeeen banget, ingin bercerita. Tapi aku lebih merasa dan hanya ingin dipendam saja. Biarkan ia mengalir dengan sendirinya. Bulan September adalah bulan yang benar-benar membawa kedewasaan baru. Awal dari semua cerita indah. Awal dari ujian yang akan kujalani. Masa kuliah, ya. Masa kuliah. Masa yang akan menggiring aku ke masa terbaru. Semoga aku dapat berprestasi di dalamnya. Aamiin. Dan ini adalah amanah dari sekolah bahwa aku harus benar-benar menjadi mahasiswi yang unggul dari akhlak. Semoga aku diberi perlindungan dan penerangan oleh-Nya. Aamiin.


Saat ini, mungkin aku masih dibilang remaja. Banyak ujian dan godaan yang menungguku ketika aku menjalani kuliah tersebut. Yaa Rabb, bawalah aku ke jalan lurus-Mu, aku hanyalah wanita yang lemah, tak berdaya, dan masih banyak kelemahan dalam diri. Sungguh, diri ini milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya. Di masa ini, aku ingin memberikan yang terbaik kepada Allah, Rasulallah, orang tua, dan khususnya bagi diri sendiri. Segalanya yang Allah beri, aku sangat bersyukur.. tanpa-Nya, hatiku sungguh mati. Kenikmatan ini, lebih dari cukup. Aku diberi kekuatan, ketenangan, dan kesungguhan. Syukurku, ketika kuliah aku berada di lingkungan yang baik. Jurusan yang terbaik pula, Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Tak menyangka memang, karena takdirku berada di Bandung. Akankah sesuatu itu akan terlaksana, Yaa Rabb? Aku memohon pada-Mu berikan yang terbaik bagi kami..

Senin, 01 Juli 2013

Wahai Diri..

Hai, apa kabar hati?
Masihkah ia tetap menjadi sesuatu yang indah?
Di saat tumpukan-tumpukan batu karang
Yang sukar untuk di sentuh

Apa kabar iman?
Masihkah ia tetap berdiri kokoh
Untuk menemui kisah di dunia ini?
Menggantung hati pada Pemiliknya?

Ketika layu mengguncangkan sinar cahayanya
Ketika tambatan hati enggan menyapa dirinya
Masihkah ia tetap berdiam diri, sepi, tak ada yang menemani?
Membawa revolusi yang cepat, tepat, dan aman

Wahai diri,
Bisakah membuka kelopak indah untuk dirinya?
Perlahan menulis cerita dengan pena emas
Menjelajahi waktu dengan sempurna..


Rabu, 12 Juni 2013

Berpikir

Suatu kekuatan dalam diri, sangat penting bagi perkembangannya. 
Walaupun usia tak dapat membuatnya lebih terbatas untuk mempelajarinya. 
Hanya pemikiran yang dapat mempersembahkan pada dunia akan masa-masanya. 
Pemikiran yang universal untuk dirinya sendiri. 
Lingkungan akan mewakili dirinya untuk terus berpikir apapun yang ada di dunia ini. 
Macam-macam kejadian yang memetik hikmah-Nya. 
Buat apa kita terus mengelak dalam perjalanan hidup ini? 
Toh, hidup ini sudah ada yang mengatur. 
Ya, dengan berusaha tentunya. 
Dan tak ada yang tak mungkin bila Allah mengizinkan sesuatu terjadi. 
Firman-Nya yang tak pernah dusta. 
Membawa kedamaian jiwa, menuju keselamatan dunia dan akhirat. 
Ketika turun hujan pun terjadi atas izin-Nya. 
Bisakah kita berpikir 10 detik saja minimal. 
Merenungkan apa yang Dia keluarkan untuk bumi ini?


Kamis, 30 Mei 2013

Masa Remajaku

Entah apa yang aku rasakan saat ini, memang jauh dari masa kanak-kanak yang pernah aku lalui. Di mana ketika masa keseriusan itu datang, memberikan kepastian pada seorang insan. Sesuatu yang tak disangka adanya ketertarikan pada masa depan. Logika menghujamku untuk terus memikirkan apa yang sedang terjadi, namun hati yang tak pernah bertanya mengapa ini terjadi, hanya bisa merasakan, menatap keadaan yang sebenarnya. Dunia ini memang tak selebar dan kelor, pasti semua itu akan dipertemukan sejauh apapun kita melangkah. Terdapat titik temu yang tak bisa dibayangkan. Walaupun perasaan ini diuji untuk bisa bertahan ataukah merelakan begitu saja. Masa lalu ya masa lalu, masa depan harus kita raih. Jangan sampai masa lalu yang pahit terulang kembali. Membawa diri lebih baik dan terus lebih baik lagi. Kini yang aku rasakan, tak pernah menyangka seorang insan menyatakan perasaannya kepadaku begitu terlihat keseriusannya. Tapi, aku belum ingin secepat itu. Hati ini belum bisa menerima walaupun aku juga mempunyai perasaan yang sama. Belajar dari pengalaman yang dulu, seseorang yang pernah aku sia-siakan ketika itu, beberapa tahun kemudian serasa sangat menyesal aku telah mengelak perasaannya. Dulu memang tak sadar, mungkin belum paham apa itu cinta yang tulus. Membela temannya sendiri meskipun dia terluka. Ketika dia menjauh, aku baru menyadarinya. Betapa berharganya seorang sahabat sejati. Yaa Ghafur, maafkanlah masa laluku. Karena itu, aku tak ingin menyakiti hati seseorang yang sudah menyayangiku. Tiga tahun lamanya, syukurku bisa bertahan dari godaan. Dan semoga masa yang akan datang, masa yang betul-betul menyelipkan kedewasaan terungkap dengan sendirinya, aku bisa memilih dengan tegas, memilih yang terbaik untukku, untuk masa depan. Dan semoga aku dapat bertemu dengannya dalam ikatan yang suci dan berada dalam ridho-Nya. Aamiin.

Senin, 27 Mei 2013

Yang Terbaik dari-Mu

Syukur Alhamdulillah, Engkau sebenar-benarnya Pencipta yang Maha Kuasa Yaa Rabb.. Izinkanlah hamba untuk terus menyusuri mengejar ilmu sebanyak mungkin.. Masa SMA yang takkan pernah aku lupakan seumur hidupku. Masa SMA yang menjadi masa-masa indah, penuh tangisan, tantangan, dan haru membiru yang aku rasakan. Masa yang memberikan berjuta keindahan rasa ketika aku melaluinya. Membawa diriku memilih pilihan yang terbaik dan masa remaja yang penuh dengan pesona cinta di dalamnya. Nikmatilah masa remaja ini, karena masa itu tak akan terulang lagi. Aku sangat bersyukur akan hadirnya perasaan itu pada awal remaja yang mungkin membuatku galau sebelumnya. Belum mengerti makna kehidupan yang sebenarnya, bahkan jati diri dan kedewasaan itu baru mulai terbentuk pada masa saat ini. Ketika semuanya akan menjadi kenangan, hanya terdapat jejak indah yang memesona. Perjalanan masih panjang. Di sana masih menunggu kisah-kisah yang tak dapat dipikirkan sebelumnya. Masa yang akan membawa ke dalam kehidupan masyarakat dan bersifat luas. Ketika semua orang menjadi apa yang mereka inginkan, bagaimana syukur itu dihadirkan. Tidak menyombongkan yang akan merusak diri sendiri. Sebelumnya sudah aku perjuangkan dan terus berdoa agar Dia senantiasa memberikan yang terbaik bagiku. Sekarang, aku hanya bisa berserah diri kepada-Nya, pilihan-Nya yang terbaik akan diumumkan pada sore hari ini. Yakin bahwa tak ada yang sia-sia dalam perjalanan hidup ini. Dan ternyata, Allah memberikan segalanya lebih dari cukup. Di saat aku sudah berserah diri, apapun keputusan berada di tangan-Nya, aku siap. Alhasil, hatiku terasa dagdigdug saat membuka hasil seleksi SNMPTN. Dan akhirnya Allah sudah menjawab apa yang terbaik bagiku. Yaitu berada di Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Prodi Bimbingan dan Konseling. Sungguh, tak disangka. Allah telah membuktikan apa yang terbaik untukku. Semoga aku bisa berprestasi di dalamnya. Aamiin. Namun, aku juga sedih, beberapa temanku bahkan sahabatku belum rezekinya masuk jalur Undangan. Tapi, mereka tetap semangat yang akan menghadapi SBMPTN. Semoga kami tetap diberikan yang terbaik, apapun itu. Karena skenario Allah selalu indah~

Minggu, 26 Mei 2013

Pengumuman SNMPTN

Yaa Allah, hamba insyaAllah menerima ketentuan dari-Mu.. Hamba siap untuk memberikan kisah pada orang lain.. Hamba siap untuk bernazar tiga hari jika hamba diterima di UPI jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan 2013. Aamiin~ hamba hanya bisa memohon dan bertawakkal pada-Mu.. hamba sudah senantiasa berikhtiar ketika perang bersama kertas itu.. dan hamba mohon Yaa Allah, berikanlah yang terbaik bagi hamba.. Aamiin~

Minggu, 28 April 2013

Renungan



Melihat dunia ini yang penuh histeris, Allah sudah membuka tiap-tiap jendela kebaikan-Nya melalui firman-Nya. Namun entah dunia ini direlung kebingungan, di saat manusia hanya bertaubat sekejap. Tebar kebaikan dimulai saat ini, menjadi pribadi lebih baik, meminta perlindungan kepada-Nya. Di sini adalah tempat terakhir kita berbuat baik, mengamalkan amal shaleh, dan memberikan manfaat untuk semuanya.
Banyak yang kita saksikan di bumi ini. Telah Allah berikan peringatan pada manusia yang mau berpikir. Bahkan keindahan yang ada di dalamnya, telah Allah susun untuk kita agar kita merenunginya. Karena, dunia ini adalah tempat terakhir kita mengerjakan amal. Sedangkan tempat yang abadi adalah akhirat. Itulah sebenar-benarnya tempat orang-orang yang terpilih atas izin-Nya.
Ya, penulis memang punya banyak kesalahan dalam perbuatan, penulis juga hanya insan biasa. Untuk itu dikala kita mengingat Allah, segeralah renungi dosa-dosa yang telah kita perbuat. Yakini untuk segera bertaubat, karena rahmat-Nya selalu terbuka untuk hamba-Nya yang ingin bertaubat. Sebelum terlambat.

Jumat, 26 April 2013

Atas Izin-Nya


Allah menciptakan sepasang manusia untuk saling melindungi dan saling menguatkan iman di jalan-Nya. Entah apa yang kurasakan saat ini, benar atau tidaknya sebuah rasa yang akan diberikan kepadaku. Walaupun rencana yang masih berjalan sesuai waktu, itu pun sedang menunggu waktu yang di tentukan-Nya. Yaa Rabb, aku bingung. Aku hanya wanita yang belum sepantasnya menjadi wanita seutuhnya. Aku masih dibilang kekanak-kanakan. Aku belum mau memikirkan apa yang akan aku jalani nanti. Sebuah pertemuan antara sepasang kekasih halal, menjadi miliknya. Entah siapa akhirnya yang datang. Sebenarnya aku tak peduli, perjalananku masih panjang. Mimpi-mimpiku ingin kugapai. Biarkan Allah yang mempertemukan. Jika memang sudah saatnya, saat Allah ridho, aku akan menerimanya.

Kamis, 25 April 2013

Baju Retro :D



















Nafas Kehidupan


Ketika seorang hamba berjalan di muka buminya Allah, langkah untuk menjalani hidup ini bisa saja sesuai dengan rencana kita. Namun, rencana-Nya yang paling rahasia dan tidak diketahui oleh malaikat pun Dia jaga sangat teliti. Kita hanya manusia yang paling kecil di banding kekuasaan-Nya. Sudah berpuluh-puluh tahun bahkan setiap hari kita mengenal arti kehidupan. Tetapi kadang kita hanya mengenalnya saja, tidak ingin memahami kehidupan yang benar-benar kita rasakan. Dalam sekecil apapun itu, sangat banyak bahan renungan yang ada di dunia ini. Sudah Dia lihatkan akan kekuasaan dan Maha Kebesaran-Nya. Mensyukuri atas karunia-Nya. Allah tak pernah diam, bukan hanya dunia ini yang Dia uruskan, melainkan seluruh isi jagat raya alam semesta.  Dia membentangkan luasnya langit dan bumi, lautan yang begitu elok dan bisa kita nikmati. Subhanallah. Semoga kita bisa mensyukuri akan karunia dan kelembutan-Nya.. :) Aamiin...


Jumat, 19 April 2013

Ujian Nasional 2013



            Waktu itu tak bisa diputar ulang. Akan terus maju hingga waktu terhenti entah kapan. Dag dig dug hati dan pikiranku ketika akan mulai UN. Memikirkan semua hal, sampai kuliah pun terbayang akan seperti apa diri ini. Sebelum UN pun mengalami keringat dingin karena harus maksimal mengerjakannya nanti. Usaha demi usaha yang telah aku lakukan, semoga membawa keberkahan dan kemudahan ketika mengerjakannya. Hasilnya, aku serahkan pada-Nya. Sebelumnya aku meminta restu kepada semua orang (yang mengenaliku). Terutama kepada orang tuaku. Tapi sayangnya, Mamaku tidak ada di rumah ketika aku UN. Mama sedang pergi ke Bogor untuk mengikuti acara kantornya. Aku ingin memeluk mama saat dilaksankan UN. Aku mencoba untuk sms Mama meminta doa restu agar dilancarkan. Sejak itu belum di balas, mungkin lagi sibuk. Siangnya, Mama menanyakan kabar bagaimana UN pertamanya? Entah kenapa tiba-tiba air mataku mengalir begitu saja. Dalam hatiku (Mi, apakah aku sudah dewasa?).
            Selama itu, aku terus-terusan menangis. Memohon ampun dan meminta yang terbaik untukku pada-Nya. Luluskanlah angkatan kami se-Indonesia. Sangat disayangkan, ada beberapa siswa kelas 12 yang seharusnya minggu depan UN, malah menghabisi nyawanya sendiri. Itu adalah ketidak-kuatan mental. Yaa Rabb, lindungi kami.
            Selagi ujian, aku terus meminta restu. Kepada Mama yang sedang di Bogor sana, mengirim sms yang sangat menyentuh. Sebelumnya aku tegang, takut ga lulus atau apa yang menghantui pikiranku. “Semoga Alloh membukakan pikiran yang terang. Tenang dalam menghadapi UN ini. Berserah dirilah dan berdoa, semoga apa yang di cita-citakan terkabul.” Ucap Mama melalui sms. Aamiin.. Yang tadinya aku migren, jadi agak mendingan. Itulah doa seorang Ibu pada anaknya. Selalu berdoa dalam keadaan apapun. Dan pantaslah Syurga berada di telapan kaki Ibu. Hatiku kian tenang melihat sms darinya. Dan aku sekarang, benar-benar pasrah, biarkan Allah yang mengatur semua ini, biarkan Allah yang memberikan hasil yang terbaik. Aamiin.
            Usai UN, kami sangat bersyukur pada-Nya atas karunia dan kesehatan sehingga dapat menyelesaikan UN tersebut. Setelah semuanya beres, kami Sholat berjamaah di masjid sekolah. Sambil sujud syukur dan kami diberikan tausiah pendek oleh ketua Yayasan. Membuat hati semakin menyentuh dan menangis. Ketika selesai sudah jadwal KBM sewaktu SMA. Kami tinggal menunggu hasil. Masih lama. Yaa Rabb, berikanlah yang terbaik bagi kami.  Aamiin. Aku sangat bersyukur, atas perjuangan guruku yang hebat. Semoga ilmu yang beliau ajarkan, selalu terbawa sampai waktu berakhir. Aamiin. :’)

Jumat, 12 April 2013

Tanpa Judul ^^


Dalam setiap asa, aku tak mengerti ada apa sebenarnya yang bergelimang di benakku? Seolah-olah akan ada yang menghampiriku. Namun aku tak tahu siapakah dia. Izinkanlah aku membawa sepotong kehidupan yang baru untuk berbagi cerita pada dunia ini. Masa yang akan datang, aku pengin menjadi sosok yang berada diantara kilauan bintang yang memancarkan cahayanya. Menemani dan menghiasi langit, Oh Tuhan.. Aku pengin seperti bintang. Memberikan senyuman indah pada sesama makhluknya. Aku pengin berdiri tegap. Dilengkapi oleh sayap-sayap putih, membawaku untuk menemui mimpi-mimpi indah. Dalam pelukan kalbu, tersimpan di dalam kotak cinta berlambang hati, berwarna merah  merona. Terdapat kisah-kisah suka dan duka. Mengingatkan semua kenangan. Menari dalam bayangan, melangkah menuju kehidupan dongeng. Hanya mimpi jika semua itu terwujud. Mungkinkah itu akan menjadi kenyataan? Tuhan, bimbinglah aku.. Bawa aku ke tempat yang bisa membuatku haru dan bersyukur pada-Mu. Buang rasa benci pada sesuatu yang menyakitiku. Pupuskanlah apa yang telah menyiksa batin, berilah kejadian itu menjadi pelajaran dan mendewasakanku. Jangan terjatuh kedua kalinya. Sudahlah, biarkan aku menari dalam angan. Bahagia dengan sayap. Menari dengan indah. Tuhan, hanya Engkau yang aku miliki. Hanya Engkau yang selalu menemani. Hanya Engkau yang mengetahui segala apa yang aku rasakan saat ini. Hanya Engkau. Hanya Engkau. Aku pengin mencintai-Mu seutuhnya. Melangkah tangga menuju keridhoan-Mu. Ajari aku menyayangi seseorang, ajari aku untuk mengenal kesetiaan, ajari aku untuk terus belajar menghargai sesuatu, dan ajari untuk menikmati kehidupan yang takkan abadi ini.. Embun yang datang di pagi hari, menyejukkan hati. Selaksa udara segar dari Syurga. Mungkin di Syurga lebih dari sejuk, tak ada tandingannya. Sungai-sungai mengalir di samping bunga yang memesona. Seperti negeri dongeng yang mengenakan gaun cantik sambil melambai-lambaikan selendang berdiri di perahu kertas yang di bawahnya logam emas memanjang, menyentuh air bening dengan tenang. Damai. Rasa cinta semakin tumbuh kepada Yang Menciptakan.

Tasikmalaya, 6/4/2013

Jumat, 22 Maret 2013

UN H-24

Ujian Nasional bentar lagi... semangaaaaaaaaaaaaaaaat!! tapi, baru siap Bahasa Indonesia, Inggris, dan Kimia doang :(
Aaaaaaaaaahhh~ pokoknya semuanya harus siap!!! Bismillah.

Minggu, 17 Maret 2013

Perjalanan Perdanaku-Sendiri

Aku baru merasakan bepergian dari Tasik menuju Bandung tanpa didampingi oleh teman atau keluarga. Dulu, rasanya susaaaaaaaaaaaaah sekali diberi izin oleh orang tua pergi sendiri. Tepatnya tanggal 11- 12 Maret. Dan ketika saat itu aku baru banget diizinkan pergi ke Bandung sendiri. Awalnya memang deg-degan banget. Namun sepertinya menyenangkan jika sudah terbiasa sendiri. hehe
Siang itu,saat aku pergi menuju Bandung, a Wibi mengantarkan aku ke Pool Budiman. Selain bus itu, aku ga berani sendiri. Syukurku, bus jurusan Tasik-Bandung belum berangkat. Lumayan kosong saat aku menaiki bus itu. Kebetulan ada kakek-kakek yang duduk di depan dekat supir. Awalnya yaa aku duduk di barisan kedua, tapi aku serasa ga ada teman. Jadinya pindah ke depan duduk bersama kakek itu. Dan akhirnya a Wibi pamit mau jalan-jalan bersama teh Shifa. Lalu a Wibi bilang "Kek, nitip yah". "Iya dek, tenang aja" balas kakek itu. (rasanya aku kayak anak SD di titipin segala) haha.
Bismillah... Awal perjalananku dikala sendiri. Tapi hatiku rasanya lumayan biasa-biasa saja. (ga tau kalo udah di Bandung mah) :P hihi. Pemberangkatan Budiman dimulai dari pool Budiman, lalu melewati terminal Indihiang, kemudiaaaaann... Cawwwww menuju Bandung. >.<
Di jalan, setelah jalan Gentong yang tanjakan/turunan curam itu sudah lumayan lancar. Namun, ketika berada di tanjakan besar, ada kabar bahwa ada peristiwa kebakaran mobil Sedan. Wah, pas aku lihat, sudah rada hangus semua. Innalillahi..  Makanya, di mana pun kita berada, sedang apapun kita, tetaplah harus mengingat Allah, agar ini selalu memberikan makna dibalik setiap kejadian hidup ini. Dan Allah pasti menolong hamba-Nya.
Sesampai di Cicaheum, aku mulai bingung, naik angkotnya dari arah kanan atau kiri yah? haha. Aku coba dari arah yang sama, lanjut naik angkot jurusan Caheum-Ledeng. (deg-degan) aku bertanya kepada penumpang, kebetulan dia perempuan. Aku bertanya "Teh, kalau ke Salman ITB turunnya di mana yah?". "Nanti juga kelewat jalan Ganesha". Jawabnya. Dalam hatiku semoga saja teteh itu beri petunjuk turunnya di sebelah mana. hehe. Alhamdulillah, Allah telah menolongku.
Di Salman, melihat hujan-hujan yang dipenuhi awan hitam itu membuatku semakin takut. Aku sedang menunggu Arifah (sahabat SMP-ku). Beberapa saat kemudian, aku bertemu dengan Arifah di Salman. Lalu makan bareng di kantin. Aku melihat dia kehujanan karena pake motor buat jemput aku (maaf yah Arifah, jadi ga enak) :(. Dianya santai-santai aja. Aku pun tersenyum lagi ^^. Acara makan sudah beres, kemudian dia nganterin aku ke kostan teh Kulsum dan teh Rere. Wah banget deh, waktu itu dihabiskan untuk muter-muter nyari kostannya, kesasar pula haha. Padahal deket banget dengan UPI. Apalagi hujan rintik-rintik (semoga sehat-sehat aja). Dan akhirnya kostannya ketemu! Alhamdulillah banget :D *thanks Arifah ^_^.

                                                             ***
Setelah semalaman dengan teh Kulsum (karena teh Rerenya ga ada), rame banget bercerita dengannya. :D. Dan pagi hari, lagi semangat-semangatnya mandi \(^o^)/. Karena hari itu aku akan jalan bareng Arifah, dan janjiannya di UPI. Tak lupa, makasih banyak yaa teh Kulsum udah numpang dan banyak bercerita :D maaf merepotkan terus. hehe.
Jalan menuju ke UPI, aku pamit kepada teh Kulsum. Akan pergi lagi lalu pulang ke Tasik. Sudah bertemu dengan Arifah, aku baru masuk pintu UPI (Yaa Allah, semoga ini adalah awal perjuanganku-Bimbingan dan Konseling) doaku. Aamiin. Setelah main-main ke kampus UPI, sekitar jam 9, aku diajak ke sekolahnya Arifah, sebelumnya aku malu-malu nanti bertemu dengan temannya. Tapi, ayolah, kenalan baru kan seruuu ^_^. Sekolahnya Arifah, sejuk banget. Nyaman untuk menjadi bahan renungan. Alam yang indah. Jauh dari keramaian suara mobil-motor. Sungguh tenangnya. Di sana, aku bertemu dengan Fauzan (saudara Arifah+teman SMP-ku juga). Dan aku memiliki teman baru. Kenalan dengan Latifah. (langsung inget ipeh di Tasik) :D. Dan kawan yang lainnya, jadi ikut nimbrung ni.. hehe.
Aku dan Arifah pergi lagi menuju Gramedia >.< pengen cari-cari buku. Akhirnya aku membeli buku "Berjuta Rasanya" (bang Tere-Liye).
Seusai membeli buku, aku pergi ke sekolah itu lagi, mau pamit pulang kepada teman-teman Arifah. Lalu mau numpang lagi sebentar ke rumah neneknya Arifah, hehe. beberapa menit kemudian, sebelum hujan, sekitaran jam 2 siang, aku di anterin ke Caheum. Mau naik bus Budiman lagi (selain bus itu, aku ga berani) hehe. Rasanya senaaaaaaaaaaaang sekali~ seharian bersama Arifah. Makasiiih banget yah Fah atas hari ini, indah banget, :') *terharu. Aku terakhir pamit kepada dia, rasanya pengen nangis, tahun yang akan datang  insyaAllah kita bareng lagi di Bandung ya Fah, :'). Tapi, ketika di bus, pengen di depan duduknya, terisi semua kecuali tempat duduk yang di pinggirnya ada laki-laki yang seumuran mungkin. Aku malu-malu meminta izin apakah dibolehkan duduk bersamanya atau tidak. "boleh" katanya. "makasih" kataku. Aduh, malu aku sebenarnya, tapi yaa apa boleh buat, yang penting ga ada niat apa-apa. Hanya duduk. :D
Dan akhirnyaa, caaaaaaaaaaawww.. Bismillah, pulang ke Tasik ^^. Sore-sore. dan Alhamdulillah aku sampai di rumah pada pukul 18.28. :)

(tiket perdanaku ketika sendiri) hihi.


#itu adalah ceritaku, apa ceritamu? ^_^

Sabtu, 16 Maret 2013

Praktik Akhir Sekolah

Sekarang lagi sibuk-sibuknya Ujian Praktik untuk akhir Sekolah. Tapi pikiran serasa ingin rileks menulis sesuatu dulu. Hihi. Ga terasa banget aku sudah benar-benar menginjak dikelas tertua, yaitu kelas 12. Akhir menjadi siswi. Subhanallah.. semoga Ujian ini selalu dilancarkan oleh-Nya, Aamiin.. :')
Hidup ini benar-benar kaya makna. Banyak kejadian yang membentukkan kepribadianku selama ini. Sehingga aku menjadi seperti sekarang ini, membaca lingkungan dan menjadi seorang yang ingin lebih baik dan dewasa lagi. Walaupun fisik belum selaras dengan pikiranku, tapi aku tak peduli. Yang terpenting hati dan pikiran menuju ridho-Nya. Menjadi diri yang lebih baik lagi.
Sayangilah semua orang, maka orang lain akan menyayangimu. Berbuat baiklah kepada semua orang, maka orang lain akan berbuat baik pula kepadamu. Itu menjadi tujuan untuk hidup bersosial di negeri ini. Jangan lupa, sertakan Allah dalam keadaan apapun. Karena kehendak-Nya kita dapat berdiri di sini. Hidup sampai sekarang.. 

Sabtu, 09 Maret 2013

Detik-detik Akhir Masa Putih-Abu


Assalamu'alaikum Blogii, ^_^
Aku punya cerita. Tadi pagi, menjelang pelajaran terakhir yang di US kan, aku sempet berpikir sangaaaaaaaat panjang. *sepanjang apa sih? hehe. Waktu itu cepat banget berlalu. Mungkin nanti aku akan merindukan suasana area Almut ini. Aduh, pokoknya ga bisa aku lupain deh tiap kejadian-kejadian di sini. 
Setaip ruang kelas yang aku masuki, pasti menjadi bahan renungan untukku. Aku jadi ingat ketika bapak TB (guru PKn) menjelaskan tentang kursi. Mana bisa kursi bergerak? (sihir kaleee) tapi, menurut beliau, kursi itu memang bergerak. Mengapa demikian? Karena kursi itu memang bergerak menuju kehancuran. Pikiranku jadi mengarah kepada kehancuran dunia. Subhanallah deh, kalo di bayangkan dunia ini ketika kiamat akan seperti apa. Dan lebih-lebih lagi aku memikirkan masa akhirku menjadi siswi. >.<
Pokonya, banyak banget cerita indah ketika aku SMA. 
Dunia perkuliahan itu Subhanallah banget deh kayaknya. Aku aja belum terpikirkan bagaimana kehidupanku di sana, di mana kah akhirnya aku kuliah? Allah lebih tahu. Prkuliahan itu banyak banget orang-orang yang udah pada dewasa. huiiiiiiii~ rada takut aku, nyampe mikir kalo aku di lamar sebelum lulus gimana? dan guru-guru pun sampe bilang "sepertinya shofi cepet nikah ni entah". Aduh please deh, aku lagi ga mau mikir nikah duluuuu *walaupun pengen haha.
Ah, tapi jodoh mah ga akan ke mana kok, suruh nyamperin aja ke rumah bertemu orang tua, beres kan? haha. 
                                                  ************
Di SMA ini, aku merasakan banyak hal. Tentang persahabatan, persaudaraan, bahkan hubungan sebagai anak-ibu di Almut sudah diterapkan (untuk aku aja sih mungkin) hehe. Semua yang aku temui kejadian-kejadian aneh sampai mengerikan pun ada di sini. Entah itu karena seseorang, barang aneh, sampai suasana aneh sekalipun :D. Dalam berorganisasi, amanah terus berdatangan. Semakin ada tantangan yang harus dijalani sejak itu. Dan harapanku untuk menjadi Psikolog terasa ngambang. Entah bagaimana nantinya ketika diriku diperkuliahan nanti? Cita-citaku yang ingin menduduki jurusan Psikologi. Yang dulunya aku impikan sejak SMP. Ketika SMA, aku mulai mempelajari tingkah laku seseorang, membaca-baca buku tentang psikologi, bahkan aku belajar mengamati kepribadian seseorang. Namun, ketika detik-detik menjelang mulai membuka dunia kuliah, Psikologi itu berubah drastis menjadi Bimbingan dan Konseling. Ya walaupun BK ini adalah sama-sama psikologi juga, tetapi menjelaskan kependidikannya. Tetapi yang dulunya aku inginkan adalah psikologi murni. Dan akhirnya terjawab sudah jawaban yang Allah berikan. Rencanaku berubah secepat itu. Entah kenapa aku menjadi sangat setuju terhadap jurusan BK. Mungkin Allah sudah membuka hatiku untuk itu, mungkin ini cara Allah memberikanku yang terbaik. Dan masa esok dan seterusnya adalah misteri. Entah itu akan berubah kembali atau Allah sudah izinkan sampai di sini. Kita liat saja nanti, aku ditakdirkan di mana dan jurusan apa. Yang penting aku sudah punya tujuan. :') Yaa Rabb, kabulkanlah..
Semoga Angkatan 8 (belum diberi nama bekennya) SMA AMQ ini, dapat menjalankan UN dengan baik dan mendapat nilai yang terbaik serta membawa manfaat ke depannya meskipun kuliah di mana pun. Aamiin. 

Jumat, 08 Maret 2013

Bersama KPJ'23 FS





 



Aku sayang kalian :')

Jika Aku Ditakdirkan Menjadi Psikolog

Jika aku ditakdirkan menjadi Psikolog, aku akan menjadi konsultan yang ramah. Tanpa biaya mahal, menolong secara lahir dan bathin untuk siapa saja yang membutuhkan, dan mengabdi kepada bangsa Indonesia. Yang pertama adalah mencerdaskan anak bangsa, baik pengetahuan maupun akhlaq. Membukakan hati mereka untuk terus menikmati hidup ini dengan indah. Menjadi konsultan bagi anak bangsa. Membuat mereka tersenyum, bersemangat, dan berjuang untuk Indonesia karena Allah.
                Insya Allah aku siap untuk ditugaskan menjadi konsultan di daerah yang terpencil. Membangkitkan semangat mereka, mengubah hidup menjadi bermakna. Manusia diciptakan untuk berpikir dan manusia tak ada yang bodoh. Hanya saja perbedaannya adalah mempergunakan akalnya. Kita sebagai pemuda-pemudi bangsa Indonesia yang akan menjadi penerus, memperjuangkan Tanah Air kita untuk lebih baik lagi. Tuntas habiskan para koruptor dengan adil dan bijaksana. Jangan terlalu memikirkan harta.
                Lihatlah... Anak bangsa masih ada yang sangat memerlukan kita. Di pelosok sana, terdapat anak bangsa yang tidak bersekolah karena masalah biaya ataupun mental. Namun mereka kurang adanya tenaga pendidikan. Dan jika aku ditakdirkan mempunyai pendamping saat berkuliah, aku harap ia mengerti akan pikiran dan jiwaku. Harta harus banyak, jika kita telah diberi harta yang melimpah, maka kita harus bersyukur. Namun, harta itu kelak akan bertanya kepada kita bahwa harta itu telah digunakan untuk apa saja selama hidup di dunia? Untuk apa harta itu? Sedekah kah? Berfoya-foya kah? Atau memberikan beasiswa untuk pelajar yang kurang mampu? Membantu orang-orang yang membutuhkan? Bisa kah kita nanti menjawab dengan indah? Atau kah akhirnya kita berteriak ingin hidup kembali untuk memperbaiki dosa-dosa di dunia? Bukan kah tempat terakhir kita adalah alam kubur? Kita hidup di dunia hanya satu kali.
                Jika aku menjadi Psikolog, aku ingin mengajar dengan gratis. Walaupun basic-nya Psikolog itu praktek, untuk orang-orang yang membutuhkan terapi atau nasehat, dan kebanyakan bayarannya mahal, tapi itu bukan menjamin. Psikolog itu, harus dengan ikhlas memantapkan mental seseorang. Apalagi anak bangsa yang sangat berpengaruh untuk kemajuan bangsa ini. Memberikan penyuluhan pada mereka, memberikan dukungan, dan memberikan kepercayaan kepada mereka bahwa pemuda-pemudi harus mempunyai mimpi. Mimpi yang bukan hanya sekedar mimpi, tetapi bagaimana caranya untuk merealisasikan mimpi itu dengan doa dan usaha yang maksimal.
                Tutup dulu masalah uang. Rezeki sudah ada yang mengatur. Yang kita pikirkan adalah nasib anak bangsa. Di mulai dari menjadi konsultan anak, remaja, dan dewasa. Penerus bangsa ini, ya anak-anak yang sedang belajar sekarang. Belajar menjalani hidup ini dengan ikhlas dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak. Aku pun sedang belajar untuk bisa tetap percaya diri untuk menjadi Trainer. Ingin sekali membantu bangsa Indonesia tetap maju tanpa permintaan biaya yang mahal. Bekerja dengan ikhlas, menolong sesama, dan mengajak berbuat kebaikan. 

Kamis, 28 Februari 2013

2013

Shofiyatunnisa

XII IPA 3

SMA Al Muttaqin Kota Tasikmalaya

03 Mei 1995

Calon Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia 
2013

Fakultas Ilmu Pendidikan

Jurusan Bimbingan dan Konseling

Semoga Allah meridhoi, Aamiin...

Sabtu, 23 Februari 2013

Good Evening, My Blog ^^

Selamat malam blog-ku :) malam ini aku ingin bercerita sedikit tentang apa yang aku lalui tadi pagi. Gusti, aku asa melemah gini, pengen di charger lagi hatiku pada-Nya. Pengen ada motivasi dan motivasi lagi. >.<
Pagi hari, awal dari kesabaranku untuk membereskan masalahku. Semuanya aku penuhi. Hari ini adalah hari terakhir BINTAP (Bimbingan Pemantapan) di sekolah. Padahal aku sudah akrab banget dengan guru-guru bintap itu. Pengen belajar terus bareng mereka.. :( Dan ke sananya aku berlatih terus-terusan untuk menyiapkan UN. Bismillah...

Sepertinya baru kemarin-kemarin aku di MOPD oleh kakak kelas. Sekarang, umurku akhir dari status siswi. Ga terasa banget yah.. Baru aja kemarin perpisahan SMP. Masa-masa SMA sudah aku jalani dengan indah. Walaupun tantangan yang selalu menghujamku dari belakang, tetapi aku masih bisa bertahan pada kepahitan itu dan terus bangkit! Terima kasih Yaa Rabb.. :') Engkau mempertahankan aku dalam rahmat-Mu.. Memberikan berjuta warna keindahan hidup ini..

Kamis, 21 Februari 2013

Malam Sepi

Yah, malam ini terasa sepi. Bukannya aku takut, tapi aku nyaman dengan suasana ini. Rasanya, aku tak mau malam itu cepat berlalu. Mengingat hal-hal kejadian yang pernah aku alami, beribu kejadian yang aku temukan, dan entah apa yang aku rasakan saat itu. Merindukan Dia yang selalu ada di sampingku walau aku tak tahu. Merindukan Dia yang selalu mengingatkanku dengan kejadian yang membuatku berpikir akan fananya dunia. Merindukan belaian kelembutan-Nya.

Kan kuutarakan pada malam ini bahwa aku merindukan Dia. Teringat dosa-dosa yang telah kuperbuat selama ini meskipun aku tak tau. Aku merasa rapuh, merasa dunia ini telah menipuku. Sekilas aku ingin segera bertemu dengan-Nya. Dan aku tumpahkan semua curahan hatiku pada-Nya. Betapa sepi ini menggulung bathin dalam pelukan malam. Air mata terbendung tak lama kemudian membuncah melewati garis pipiku mengalir ke bawah.

Peluklah aku.. Kini aku berteman sepi malam ini, tak ada yang mengganggu. Hanya ada Dia dan aku. Ya, hatiku mulai terasa tenang kembali. Perjalanan hari-hariku menyulap keadaanku. Tak peduli aku sakit, tak peduli aku tersiksa. Kini atau pun nanti, aku pasti bisa menghadapinya. Semua pasti ada jalan menuju kesuksesan dunia dan akhirat.
Yaa Rabb.. kuatkan dan lindungi hamba... :')

Sabtu, 02 Februari 2013

Darah Kehidupan

Di ujung kehidupan, aku mengamati setitik darah kehidupan. Begitu indah, merah merona. Begitu berharganya setitik darah itu. Melihat tubuh ini penuh darah. Mengalir dengan sempurna.Bersatu dan menari bersama darah putih. Subhanallah, Dia menciptakan hanya untuk makhluk-Nya. Malu lah kita jika tidak benar-benar merenungkan apa yang ada di dalam diri kita, hal kecil sekali pun. :) maka, bersyukurlah ^_^

Jumat, 01 Februari 2013

Dalam diamku

Saat ini, angin berhembus di atas teriknya matahari. Aku coba untuk bertahan melawan panasnya dunia. Ada Allah yang selalu menemani dan melindungiku. Yang memantau diriku, menyayangiku, dan membimbingku ke jalan yang benar. Serta sahabat yang selalu ada juga ikut menari kebahagiaan jiwa. Aku benar-benar baru merasakan mencintai seseorang yang sesungguhnya dan tak tahu alasannya, datang begitu saja. Apakah ini yang dinamakan cinta Yaa Rabb? Namun aku tak mau terlalu jatuh pada cinta dunia. Aku lebih ingin dicintai oleh-Mu. Oleh belaian kasih-Mu. Aku mungkin tak bisa berdiri sendiri, aku butuh teman untuk berjuang menggapai cinta-Mu. Aku hanya menunggu. Menunggu dia yang entah ada di mana, semoga dia berada dalam kasih sayang-Mu dan menjaga dirinya karena-Mu. Siapapun dia.

Dalam diamku, 
Semoga penantianku ini tidak membuatku rapuh dan akan terus mencari siapa pasanganku sebenarnya.. Yang terbaik untukku. Tetapi ada seseorang yang aku tunggu, namun aku tak tahu jika dia mencintaiku atau tidak. Ada sesuatu yang menghalangi. Jika dia memang tulang rusukku yang aku cari, maka dekatkan dan satukanlah kami pada ikatan yang suci Yaa Rabb.. Agar kami bisa mempersiapkan diri dan menjaga hati ini untuk-Mu. Menjadi izzah yang paling kuat antara kita. Dan aku ingin berkuliah dengan mencintai dan dicintai oleh saudara-saudara imanku. Ya Lathif, lembutkanlah hatiku. Jaga penantianku kepadanya, jika memang dia untukku. Namun, aku memilih siapapun yang Dia hendaki, pasti Dia memberikan seseorang yang terbaik bagiku. Terima kasih Ya Rabb, Engkau selalu memberikan kedewasaan kepadaku. Menumbuhkan rasa cinta yang sangat dalam. Engkau yang mengizinkan aku mencintainya. Engkau yang membiarkan rasa ini selalu tumbuh setiap detik. Aku ingin berpositif baik saja, hanya Dia yang benar-benar mengatur urusan ini. Dan Dia pasti menyiapkan makhluk yang indah untukku.

Senin, 14 Januari 2013

Malam Ahad bersama teh Denty ^_^


12 Januari 2013,

Subhanallah deh.. Malam hari itu sangat menyejukkan. Membuat diriku semakin merasakan kehangatan jiwa dan raga. Walaupun agak cape, keringat membasahi tubuhku, aku tetap semangat bersepeda bersamanya. Di mulai dari bertemu di dekat rel Pancasila, hingga masuk ke RSB Karmini dulu, langsung caaaaaaaawww deh jalan-jalan ke Hazet malam hari. Sekitar jam 7 malam, orang-orang masih banyak yang main. Tapi ga nyampe macet sih... Sungguh, tenang banget bersepeda di malam hari, aku baru merasakannya.. Oh Tuhan... Sungguh tenang... Rasanya ingin malam terus ditemani teh Denty yang selalu membuatku ceria, menjadikan tempat curhat untukku.. Mampir membeli Sakoteng, rasanya manis banget, bahan-bahannya banyak, apalagi ditambah air jahe hangat.. Hmmmm.... menghangatkan raga :’) dan akhirnya membeli nasi goreng. Sempat melewati Dadaha, Jl. Rumah Sakit, dan pokoknya jalan-jalan di malam hari itu sesuatu yah, apalagi menaiki sepeda. Walaupun bukan pagi, tapi malam pun indah >.< melihat jalan raya yang kian sepi, semakin bersemangat aku untuk lebih cepat menggoes sepeda :D Bahagiaaaaa sekali, thanks Allah.. :’) hati dan pikiranku menjadi lega. Syukurku pada-Nya, aku bisa mengenal lebih jauh bersama teh Denty. Syukurku dan aku merasa sangat bahagia dengannya. Sekarang pun aku menjadi siswi yang paling atas (sebut aja kelas tertua) :p . Kelas 3 SMA. Akankah selama 6 tahun bersama suasana Tasik yang begitu sejuk, membawa kenyamanan menjadi memoriam terindah? Suasana Tasik yang akan kukenang seumur hidup. Bermain bersama teh Denty pagi, siang, maupun malam. Mataku tak kuasa menahan tangis. Terharu. Akankah seperti ini lagi? Yang selalu ceria bersamanya ketika kumenyimpan sejuta tangis suka duka yang ada di benakku. Rasanya aku belum siap menjadi dewasa. Namun, usia tetap akan maju, bahkan waktu tak bisa terulang kembali.
            Tapi yang menjadi bahan renunganku, setiap apa yang aku lewati banyak para pemuda-pemudi yang sedang pacaran (mungkin) karena lagi malam mingguan ceritanya. Melihat wanita-wanita cantik tanpa menutupi seluruh badan. Astagfirullah deh, melihat pemuda yang memakai anting, berboncengan dengan wanita yang seperti itu pula. -_- Apakah dunia ini sebentar lagi akan binasa? Entahlah.. Hanya Allah yang tahu waktunya. Tetapi, jika melihat kumpulan wanita di jalanan, aku semakin merasa bahwa kasihan sekali wanita itu. Mereka salah mengambil tindakan yang seharusnya mereka tetap menjaga auratnya, menjaga kehormatan dirinya, dan menjaga kesucian dirinya.  Sangat kasihan, mereka salah melangkah. Wanita itu indah.. Allah menciptakan wanita yang lebih utama untuk dihormati. Dia menghembuskan kelembutan kepada wanita, keelokkan wanita, agar ia mau untuk menjaga yang Allah berikan. Hanya karena ingin di puja-puji lelaki, mereka sampai berpenampilan seperti itu? Sangat disayangkan yah.. Berteman sih boleh, tapi ada batasnya juga kan berteman itu? Bagaimana didikan dari orang tuanya mengenai hal itu? Bahkan dari mulai orang tua sendiri yang bisa membentuk secara tidak langsung kepribadian putra/putrinya. Atau bisa jadi mereka berada di lingkungan yang salah, yang membuat mereka keadaannya semakin buruk? Wallahu’alam.. Roda sepedaku selalu berputar, alangkah indahnya menikmati hidup ini dengan pegangan Islam di hati. Menikmati malam yang indah, berdua bersamanya.. Bermain sampai jam setengah sepuluh malam. Hati pun terasa tenang.